Selasa, 18 Januari 2011

IF

Rudyard Kipling

If you can keep your head when all about you
Are losing theirs and blaming it on you;
If you can trust yourself when all men doubt you,
But make allowance for their doubting too;
If you can wait and not be tired by waiting,
Or, being lied about, don't deal in lies,
Or, being hated, don't give way to hating,
And yet don't look too good, nor talk too wise;

If you can dream - and not make dreams your master;
If you can think - and not make thoughts your aim;
If you can meet with triumph and disaster
And treat those two imposters just the same;
If you can bear to hear the truth you've spoken
Twisted by knaves to make a trap for fools,
Or watch the things you gave your life to broken,
And stoop and build 'em up with wornout tools;

If you can make one heap of all your winnings
And risk it on one turn of pitch-and-toss,
And lose, and start again at your beginnings
And never breath a word about your loss;
If you can force your heart and nerve and sinew
To serve your turn long after they are gone,
And so hold on when there is nothing in you
Except the Will which says to them: "Hold on";

If you can talk with crowds and keep your virtue,
Or walk with kings - nor lose the common touch;
If neither foes nor loving friends can hurt you;
If all men count with you, but none too much;
If you can fill the unforgiving minute
With sixty seconds' worth of distance run -
Yours is the Earth and everything that's in it,
And - which is more - you'll be a Man my son!

Minggu, 16 Januari 2011

Kontes Miss Waria Indonesia se-Sumatera 2011

Layaknya Pemilihan Putri Indonesia, Peserta Harus Punya 3 B


Jangan ganggu banciiii.! jangan ganggu banciiii..! jangan ganggu banciiii....! jangan, ganggu....!”

Penggalan lirik lagu Project Pop ini kian mengakrabkan kosakata “banci” di telinga kita. Sepertinya, bukan hanya kosakatanya yang semakin akrab, tapi juga wujud aslinya. Buktinya, tadi malam (15/1) komunitas waria, menggelar hajatan besar-besaran dalam acara pemilihan Miss Waria Indonesia 2010 di Dermaga WTC, Jambi.

Jambi Independent

Sebanyak 52 waria dari berbagai daerah se-sumatera mengikuti kontes ini. Mereka menunjukkan kebolehan masing-masing seperti bernyanyi, menari, dan tentunya berprilaku plus berdandan seperti wanita.
Saat ditemui kemarin (15/1), ketua penyelenggara kegiatan, Daril Asyecqh (42) mengatakan, salah satu penilaian adalah kesempurnaan fisik peserta yang menyerupai wanita. Tidak hanya itu, untuk menjadi pemenang, para waria juga harus menunjukkan jika mereka punya skill.
Layaknya Pemilihan Putri Indonesia (PPI), kontes Miss Waria Indonesia 2011 ini juga melihat dari segi kecantikan, dan kepintaran peserta. Yaitu, peserta harus memenuhi kriteria 3 B; brain, beauty dan behavior.
“Nggak cuma berlomba tampil cantik, para waria juga berusaha nunjukin kalo mereka punya skill,” kata Daril.
Menurut daril, Kota Jambi yang dihuni mayoritas muslim ini, masih banyak yang belum bisa menerima keberadaan para waria. Betapa tidak, perilaku dan dandanan yang menyerupai wanita, terlihat ganjil jika mengingat statusnya sebagai seorang pria.
“Nah, salah satu tujuan diselenggarakannnya event ini tak lain adalah untuk mengangkat harkat kaum waria yang selama ini terpinggirkan. Khusunya di Jambi ini,” ujarnya.
Lebih jauh, Daril mengatakan, pemilihan ratu waria teladan ini digelar sebagai ajang silaturrahmi kaum waria di Jambi. Para peserta kontes, menurutnys akan belajar tentang hak asasi manusia dan membangun kepedulian sosial.
“Yang dinilai dalam kontes ini tidak hanya kecantikan dan kostum mereka saja, tapi juga kemampuan mereka dalam menguasai ilmu pengetahuan,” sebut dedengkot kaum waria di Jambi ini.
Daril juga mengatakan, ajang ini juga untuk mengarahkan kepedulian sosial kaum waria Jambi dan menghilangkan stigma negatif terhadap kaum waria, yang sering dianggap sampah masyarakat.
“Kita ingin membuktikan kaum waria juga bisa melakukan kegiatan yang positif. Untuk menggelar acara ini kita juga mendapatkan izin dari pemerintah,” ungkapnya.
Daril menambahkan, ajang ini sebagai upaya untuk menekan stigma dan diskriminasi di masyarakat tentang kaum minoritas seperti waria.
Menanggapi adanya pandangan negatife dari berbagai pihak, lantaran kegiatannya dianggap bertentangan dengan norma agama. Daril dengan tegas mengatakan pandangan itu sah-sah saja.
Baginya, setiap orang memiliki hak mengemukakan pandangan dan pendapat. Namun, katanya, jangan sampai pandangan dan pendapat itu berlebihan--akan menyudutkan sebuah komunitas—yang nantinya akan berujung pada bentrok sosial.
“kita adalah manusia yang sama derajatnya disisi Tuhan. Jangan sampai ada yang menafikan eksistensi kami,”tegasnya.
Aksi para waria itu pun cukup membuat para pengunjung WTC yang sedang berbelanja ataupun sedang jalan-jalan tergelak karena banyak hal-hal yang menggelitik. Acara itu juga dimeriahkan sejumlah tari-tarian dipadukan fashion show yang dibawakan para waria.
Dalam ajang tahunan tersebut, akan dipilih salah satu kontestan terbaik, yang akan didaulat menjadi Miss waria Teladan 2010 dan akan mewakili sumatera pada ajang nasional nanti.(*)