Layaknya Pemilihan Putri Indonesia, Peserta Harus Punya 3 B
Jangan ganggu banciiii.! jangan ganggu banciiii..! jangan ganggu banciiii....! jangan, ganggu....!”
Penggalan lirik lagu Project Pop ini kian mengakrabkan kosakata “banci” di telinga kita. Sepertinya, bukan hanya kosakatanya yang semakin akrab, tapi juga wujud aslinya. Buktinya, tadi malam (15/1) komunitas waria, menggelar hajatan besar-besaran dalam acara pemilihan Miss Waria Indonesia 2010 di Dermaga WTC, Jambi.
Jambi Independent
Sebanyak 52 waria dari berbagai daerah se-sumatera mengikuti kontes ini. Mereka menunjukkan kebolehan masing-masing seperti bernyanyi, menari, dan tentunya berprilaku plus berdandan seperti wanita.
Saat ditemui kemarin (15/1), ketua penyelenggara kegiatan, Daril Asyecqh (42) mengatakan, salah satu penilaian adalah kesempurnaan fisik peserta yang menyerupai wanita. Tidak hanya itu, untuk menjadi pemenang, para waria juga harus menunjukkan jika mereka punya skill.
Layaknya Pemilihan Putri Indonesia (PPI), kontes Miss Waria Indonesia 2011 ini juga melihat dari segi kecantikan, dan kepintaran peserta. Yaitu, peserta harus memenuhi kriteria 3 B; brain, beauty dan behavior.
“Nggak cuma berlomba tampil cantik, para waria juga berusaha nunjukin kalo mereka punya skill,” kata Daril.
Menurut daril, Kota Jambi yang dihuni mayoritas muslim ini, masih banyak yang belum bisa menerima keberadaan para waria. Betapa tidak, perilaku dan dandanan yang menyerupai wanita, terlihat ganjil jika mengingat statusnya sebagai seorang pria.
“Nah, salah satu tujuan diselenggarakannnya event ini tak lain adalah untuk mengangkat harkat kaum waria yang selama ini terpinggirkan. Khusunya di Jambi ini,” ujarnya.
Lebih jauh, Daril mengatakan, pemilihan ratu waria teladan ini digelar sebagai ajang silaturrahmi kaum waria di Jambi. Para peserta kontes, menurutnys akan belajar tentang hak asasi manusia dan membangun kepedulian sosial.
“Yang dinilai dalam kontes ini tidak hanya kecantikan dan kostum mereka saja, tapi juga kemampuan mereka dalam menguasai ilmu pengetahuan,” sebut dedengkot kaum waria di Jambi ini.
Daril juga mengatakan, ajang ini juga untuk mengarahkan kepedulian sosial kaum waria Jambi dan menghilangkan stigma negatif terhadap kaum waria, yang sering dianggap sampah masyarakat.
“Kita ingin membuktikan kaum waria juga bisa melakukan kegiatan yang positif. Untuk menggelar acara ini kita juga mendapatkan izin dari pemerintah,” ungkapnya.
Daril menambahkan, ajang ini sebagai upaya untuk menekan stigma dan diskriminasi di masyarakat tentang kaum minoritas seperti waria.
Menanggapi adanya pandangan negatife dari berbagai pihak, lantaran kegiatannya dianggap bertentangan dengan norma agama. Daril dengan tegas mengatakan pandangan itu sah-sah saja.
Baginya, setiap orang memiliki hak mengemukakan pandangan dan pendapat. Namun, katanya, jangan sampai pandangan dan pendapat itu berlebihan--akan menyudutkan sebuah komunitas—yang nantinya akan berujung pada bentrok sosial.
“kita adalah manusia yang sama derajatnya disisi Tuhan. Jangan sampai ada yang menafikan eksistensi kami,”tegasnya.
Aksi para waria itu pun cukup membuat para pengunjung WTC yang sedang berbelanja ataupun sedang jalan-jalan tergelak karena banyak hal-hal yang menggelitik. Acara itu juga dimeriahkan sejumlah tari-tarian dipadukan fashion show yang dibawakan para waria.
Dalam ajang tahunan tersebut, akan dipilih salah satu kontestan terbaik, yang akan didaulat menjadi Miss waria Teladan 2010 dan akan mewakili sumatera pada ajang nasional nanti.(*)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar