Senin, 30 Agustus 2010

Lima Mahasiswa Stiteknas Ikuti PYP

//Belajar Tentang Bisnis Migas dan Panas Bumi

JAMBI- Sebagai perguruan tinggi swasta bidang teknologi, Stiteknas menjalin berbagai kerjasama dengan perusahaan-perusahan besar serta BUMN.
Kerja sama yang dilakukan, kata Kepala Biro Administrasi dan Keuangan (BAK), Agus Mustopo Subekti dilakukan dalam bentuk praktek kerja lapangan (PKL), serta lowongan pekerjaan, katanya ketika ditemui di ruang kerjanya Sabtu, 28/8.

Antara lain, kata Agus, pihaknya bekerja sama dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan Balai Latihan Kerja (BLK).
Kegiatan yang dilaksanakan berupa workshop dan seminar. Sedangkan untuk PKL, pihak Stiteknas bekerjasama dengan Petrocina. Melalui kerjasama yang dijalin, diakuinya, lulusan Stiteknas bahkan diterima bekerja di perusahaan tersebut.

Tak hanya itu, baru-baru ini, Stiteknas Jambi dipercaya Pertamina untuk mengikuti Program Pertamina Youth Program (PYP), yang merupakan salah satu program Pertamina corporate social responsibility (CSR) di Palembang.
Program Pertamina itu, diakuinya dilaksanakan setiap tahun dengan tema Migas untuk Anak Bangsa. Bertujuan untuk mensosialisasikan dan mengedukasi bisnis migas dan panas bumi Pertamina pada mahasiswa sebagai generasi muda.

Menurut Agus, Stiteknas mengutus lima orang mahasisa yang terlebih dahulu diseleksi secara akademik kemudian diharuskan membuat satu karya ilmiah yang akan menjadi pertimbangan pihak Pertamina.
Kegiatan PYP itu diikuti oleh 40 Perguruan Tinggi se Sumatera, swasta maupun negeri, “Semua biaya ditanggung oleh Pertamina melalui dana CSR, jadi mahasiswa tidak perlu keluar uang,” tambah Agus.

Agus juga mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan kepercayaan yang diberikan oleh Pertamina kepada Stiteknas Jambi, “Tidak semua perguruan tinggi yang ada di Provinsi Jambi ditunjuk untuk mengikuti kegiatan ini, hanya Unja, IAIN, Unbari dan Stiteknas,” katanya. Pihaknya berharap dengan melalui kegiatan tersebut bisa makin mempererat hubungan kerjasama yang baik antara Stiteknas dengan pihak perusahaan khususnya Pertamina.
Sedangan untuk mahasiswa yang mengikuti, kata Agus, tentunya mereka dapat membuka wawasan tentang bisnis migas dan panas Bumi Pertamina.(cr02)

Jumat, 27 Agustus 2010

HONORER OH HONORER... (wwcr dengan Kadin Prov)

Tenaga Honorer Dinas Provinsi Jambi

JAMBI- Keberadaan tenaga kerja honorer ternyata sangat dibutuhkan pemerintah provinsi Jambi, buktinya sejumlah Dinas di Provinsi Jambi ini mempekerjakan beberapa tenaga kerja honorer.

Dinas Koperasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Provinsi Jambi adalah salah satunya. Ditemui di ruangannya kemarin (26/8), Kasubbag Kepegawaian, Dicky Rahmat, menyatakan bahwa Dinas ini hanya mepekerjakan satu tenaga honorer saja, “tiga orang baru saja diangkat menjadi PNS 2009 lalu,” katanya.

Ketiga honorer yang telah diangkat tersebut kembali bertugas di Dinas ini, “pertimbanganya adalah karena mereka telah cukup lama mengabdi sebagai honorer disini,” ungkap Dicky.

Proses perekrutan honorer sendiri biasanya melalui surat lamaran, kemudian proses wawancara, namun tidak ada jumlah tetap berapa banyak yang akan diterima.

Mengenai gaji yang diterima tenaga honorer adalah Rp. 1.000.000 masing-masingnya, lebih dari Upah Minimum Provinsi (UMP) Jambi sebesar Rp. 900.000. Gaji yang diterima tenaga honorer ini berasal dari APBD, “kami tidak mengatur masalah gaji,” tambahnya.

Lain lagi dengan Dinas Pertanian Tanaman Pangan. Kemarin (26/8), Sekretaris Dinas, Refqy Zfendear mengatakan bahwa Dinas yang dipimpinnya ini sampai saat ini mempekerjakan 24 orang tenaga honorer.

Dari 24 tenaga honorer yang masih aktif di Dinas Pertanian Tanaman Pangan tersebut, 16 orang diantaranya telah diusulkan untuk diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil. “Namun ini hanya sekedar usulan, belum tentu semua lulus penyeleksian,” ungkapnya lagi. Mengapa hanya 16 orang yang diusulkan? Pihak Dinas Pertanian Tanaman Pangan menjelaskan, hanya mereka yang memenuhi syaratnya saja yang diusulkan.

Persyaratannya sendiri meliputi usia maksimal yakni 46 tahun serta telah menjadi tenaga honorer minimal sejak Januari 2005. Jadi selain 16 orang yang diusulkan tersebut, usianya sudah lebih dari 46 tahun ataupun baru mengabdi setelah Januari 2005. (cr02)

INTERVIEW DENGAN KOMISI V DPR RI

Anggota DPR Kunjungi Bandara Sultan Thaha Syaifuddin

JAMBI- Anggota Komisi V DPR RI, H. Bakri beserta Anggota Komisi VI, Dewi Coryati kemarin (26/8) mengunjungi bandara Sultan Thaha Syaifuddin. Kunjungan ini terkait dengan rencana pengembangan bandara yang meliputi pemindahan terminal.

Pelaksanaannya sendiri akan dimulai tahun ini. Mengenai sumber dana, Bakri menjelaskan bahwa ada dua sumber dana dalam pemindahan terminal ini, yaitu dana APBN dan Anggaran APP. Pemerintah telah menyiapkan dana APBN senilai 100 M yang akan disalurkan melalui Direktorat Jendral Perhubungan Udara. Sedangkan dana APP, pemerintah juga telah menyediakan dana sebesar 130 M keduanya khusus untuk peindahan terminal saja.

Mengenai desas desus sengketa lahan, Dewi Coryati menegaskan bahwa tidak ada masalah yang berhubungan dengan lahan, “tadi pagi kami sudah mengadakan rapat APP, semuanya sudah dibicarakan, lahan sudah tidak ada masalah’” ungkapnya.
Dewi coryati juga mengharapkan dengan adanya pengembangan bandara ini, perekonomian masyarakat jambi bisa meningkat.

Dalam kesempatan ini, H. Bakri juga memberikan keterangannya mengenai jalur lingkar Selatan yang rusak Parah. Dikatakannya, pemerintah sudah membahas mengenai penanggulangan masalah tersebut. “tender sudah ada, tinggal pengerjaannya,” katanya.

Kali ini, jalur lingkar selatan akan memakai sistem beton untul hasil yang lebih maksimal.
Bakri menambahkan bahwa dipastikan pengerjaan jalur lingkar selatan ini bias dimulai pada September mendatang. Mengenai dana Bakri tidak memberikan keterangan pasti “anggaran sudah ada, tapi belumn bisa dipublikasikan sekarang, nantiklah,” tandasnya.

BERITA TANGGAL 28/8

10 persen Sekolah di Provinsi Jambi Bisa Mengakses Internet

JAMBI- Sebanyak 157 sekolah di Provinsi Jambi sudah bisa menikmati jaringan internet melalui program schoolnet. Program yang diadakan pemerintah ini merupakan kerjasama antara PT. TELKOM dan Dinas Pendidikan Nasional, dengan memakai dana APBN.

Ditemui dibalai Teknologi Komunikasi (tekom) Dinas Pendidikan Nasional Provinsi Jambi kemarin (27/8), Kasi Produksi Balai Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan (BTIKP), Hadi Sucipto, mengatakan bahwa jumlah tersebut kalau dipresentasekan hanya sekitar 10 persen dari keseluruhan sekolah yang ada di Provinsi Jambi, swasta maupun negeri. Sekolah-sekolah tersebut mulai dari SD, MI, SMP, MTs, SMA, MA, dan SMK. Masing-masing sekolah ini semuanya telah memiliki labor komputer sendiri, sehingga siswa tidak dipungut biaya jika ingin mengakses internet.

Kriteria sekolah yang bisa menikmati schioolnet ini adalah yang memiliki telpon. Maka dari itu hanya 10 persen sekolah di Provinsi Jambi yang bisa memanfaatkan program ini “tidak semua sekolah mempunyai telpon,” ungkap Hadi.

Tercatat sesuai data yang diperoleh dari Dinas Pendidikan Nasional Provinsi Jambi, sebanyak 51 SD, 5 MI, 40 SMP, 12 MTs, 20 SMA, 14 MA, dan 15 SMK yang tersebar di seluruh wilayah Provinsi Jambi telah menikmati program ini, kecuali di tiga kabupaten yaitu Muaro Jambi, Tanjab Timur, dan Kerinci. Alasannya karena sekolah-sekolah ini tidak memiliki telpon.

Disamping itu, selain program schoolnet ini, Dinas Pendidikan Nasional Provinsi Jambi juga menyediakan koneksi internet mempergunakan tower. Sebanyak 24 sekolah bisa mengakses internet memakai bantuan tower ini. Itupun hanya di tiga kota/kabupaten yakni Kota Jambi, Sarolagun, dan Muaro Bungo. Tercatat 3 SD, 3 SMP, 15 SMA, dan 6 SMK saja. “Sekolah-sekolah ini memiliki hotspot,” kata Hadi.

Proteksi terhadap situs-situs internet di sekolah-sekolah baik yang menggunakan program schoolnet maupun yang memakai tower diawasi langsung oleh TELKOM dan Diknas Provinsi. “Jika ada siswa yang mencoba mengakses situs-situs yang tidak benar, secara otomatis akan diblokir,” tambah Hadi kemudian. Namun katanya lagi, Diknas tidak dapat sepenuhnya megawasi hal tersebut, mengingat jutaan situs porno yang dapat diakses lewat internet. “Tak satu jalan ke Roma, jika kita blokir ini (salah satu situs porno) mereka pasti akan menemukan situs yang lainnya,” kata Hadi. Namun pihak Diknas sendiri akan berusaha semaksimal mungkin untuk mengawasi pemakaian internet di lingkungan sekolah.

Diharapkan dengan adanya internet di sekolah-sekolah, dapat lebih menunjang proses belajar, serta lebih memudahkan lebih memudahkan siswa dalam menemukan materi-materi pelajaran diluar apa yang diberikan guru mereka di kelas. (cr02)

Kamis, 12 Agustus 2010

TANPA JUDUL

Setulus senyumannya..

Seputih hatinya…

Dan sejernih sinar matanya…

Ada sesuatu yang kurindu…

Namun ada yang kelabu

Membungkam sayup-sayup suaranya

Ada satu nyawa

Yang menjaga dan mengikatnya

Dia tak pernah mengeluh

Suara hatinya yang dikirimkan melalui angin dan awan

Selalu kubalas dengan melody romantic

Yang kukirim lewat merpati pos

Juga lewat sesuatu yang disebut fatamorgana

Adakah melodi itu ia terima?

Seperti aku

Yang selalu mendengar suara hatinya

Adakah sang nyawa penjaga membuka sebuah celah?

Agar melodi itu sampai tepat dihatinya