10 persen Sekolah di Provinsi Jambi Bisa Mengakses Internet
JAMBI- Sebanyak 157 sekolah di Provinsi Jambi sudah bisa menikmati jaringan internet melalui program schoolnet. Program yang diadakan pemerintah ini merupakan kerjasama antara PT. TELKOM dan Dinas Pendidikan Nasional, dengan memakai dana APBN.
Ditemui dibalai Teknologi Komunikasi (tekom) Dinas Pendidikan Nasional Provinsi Jambi kemarin (27/8), Kasi Produksi Balai Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan (BTIKP), Hadi Sucipto, mengatakan bahwa jumlah tersebut kalau dipresentasekan hanya sekitar 10 persen dari keseluruhan sekolah yang ada di Provinsi Jambi, swasta maupun negeri. Sekolah-sekolah tersebut mulai dari SD, MI, SMP, MTs, SMA, MA, dan SMK. Masing-masing sekolah ini semuanya telah memiliki labor komputer sendiri, sehingga siswa tidak dipungut biaya jika ingin mengakses internet.
Kriteria sekolah yang bisa menikmati schioolnet ini adalah yang memiliki telpon. Maka dari itu hanya 10 persen sekolah di Provinsi Jambi yang bisa memanfaatkan program ini “tidak semua sekolah mempunyai telpon,” ungkap Hadi.
Tercatat sesuai data yang diperoleh dari Dinas Pendidikan Nasional Provinsi Jambi, sebanyak 51 SD, 5 MI, 40 SMP, 12 MTs, 20 SMA, 14 MA, dan 15 SMK yang tersebar di seluruh wilayah Provinsi Jambi telah menikmati program ini, kecuali di tiga kabupaten yaitu Muaro Jambi, Tanjab Timur, dan Kerinci. Alasannya karena sekolah-sekolah ini tidak memiliki telpon.
Disamping itu, selain program schoolnet ini, Dinas Pendidikan Nasional Provinsi Jambi juga menyediakan koneksi internet mempergunakan tower. Sebanyak 24 sekolah bisa mengakses internet memakai bantuan tower ini. Itupun hanya di tiga kota/kabupaten yakni Kota Jambi, Sarolagun, dan Muaro Bungo. Tercatat 3 SD, 3 SMP, 15 SMA, dan 6 SMK saja. “Sekolah-sekolah ini memiliki hotspot,” kata Hadi.
Proteksi terhadap situs-situs internet di sekolah-sekolah baik yang menggunakan program schoolnet maupun yang memakai tower diawasi langsung oleh TELKOM dan Diknas Provinsi. “Jika ada siswa yang mencoba mengakses situs-situs yang tidak benar, secara otomatis akan diblokir,” tambah Hadi kemudian. Namun katanya lagi, Diknas tidak dapat sepenuhnya megawasi hal tersebut, mengingat jutaan situs porno yang dapat diakses lewat internet. “Tak satu jalan ke Roma, jika kita blokir ini (salah satu situs porno) mereka pasti akan menemukan situs yang lainnya,” kata Hadi. Namun pihak Diknas sendiri akan berusaha semaksimal mungkin untuk mengawasi pemakaian internet di lingkungan sekolah.
Diharapkan dengan adanya internet di sekolah-sekolah, dapat lebih menunjang proses belajar, serta lebih memudahkan lebih memudahkan siswa dalam menemukan materi-materi pelajaran diluar apa yang diberikan guru mereka di kelas. (cr02)
wahhhh ternyata usulan pertanyaan dari saya disampaikan juga hehehehe, sangat terharu #perasairmatadisaputangan#.
BalasHapuskakak jenny yang semangat yaaa....CAYOOOO
#ta,puangairmatapakeember# LE to the BAY
BalasHapus