Rabu, 22 Desember 2010

15 Kepsek Se-Kota Jambi Diuji

Fit and Proper Test

KOTABARU– Sebanyak 15 calon kepala sekolah (kepsek) tingkat menengah pertama se-Kota Jambi, kemarin (22/12), diuji kelayakannya. Di hadapan tim penilai yang terdiri dari dewan pendidikan, pengawas, dan kepala bagian pendidikan menengah Dinas Pendidikan Kota Jambi, 15 orang itu berkompetisi.
Tujuan uji kelayakan alias fit and proper test itu, untuk melihat sejauh mana kemampuan para calon kepala sekolah dalam menjalankan tugasnya jika telah menjadi kepala sekolah nanti.
Kegiatan itu dibuka langsung oleh Wali Kota Jambi Bambang Priyanto. Bambang memberi penghargaan atas acara yang baru pertama kali diadakan di Kota Jambi itu. Menurutnya, uji kelayakan sangat penting dilaksanakan, untuk mengukur kualitas calon kepala sekolah.
Namun hal utama yang harus dilakukan adalah psikotes, “fit and proper test seperti ini juga merupakan salah satu syarat menjadi pemimpin, namun harus ditunjang juga dengan kondisi kejiwaannya, makanya terlebih dahulu diadakan psikotes,” ungkapnya.
Dalam acara pembukaan, tidak hanya calon kepala SMP, SMA, dan SMK yang hadir, tapi juga beberapa undangan. Seperti seluruh kepala sekolah yang ada di Kota Jambi.
Panitia menghimbau peserta untuk menggunakan in focus agar bisa dilihat oleh semua tim penilai tanpa membaca print out. Namun peserta tidak siap. Sebagian besar calon kepsek menggunakan print out yang difoto kopi dan dibagikan kepada tim penilai, “Sebaiknya jangan memakai in focus, supaya lebih mudah dilihat bersama-sama,” ungkap Jaharuddin, Kepala Bidang Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan Kota Jambi.
Kegiatan itu dilaksanakan selama dua hari, Rabu dan Kamis ini. Hari pertama diperuntukkan bagi calon kepala SMP, dan hari kedua bagi calon kepala SMA dan SMK.
Dalam penyampaian visi dan misi, kebanyakan peserta mengutamakan pembentukkan karakter siswa agar berprestasi dan beriman. Salah satu peserta, Farida Heryani memaparkan visi misinya mengenai upaya pembentukan siswa yang unggul dalam prestasi, beriman serta bertakwa. Dalam presentasinya, beberapa upaya yang akan dilakukannya setelah menjadi kepala sekolah nanti adalah meningkatkan proses belajar dengan cara mengadakan pelajaran tambahan setelah jam sekolah biasa, serta mengadakan penyeleksian terhadap siswa berprestasi.
Dikatakan, hal itu sudah dilakukan oleh pihak sekolah saat ini. Dia hanya akan melanjutkan pekerjaan tersebut agar menjadi lebih baik. Malah, dia berencana akan mengadakan pelajar tambahan khusus untuk mata pelajaran yang diuji pada Ujian Nasional, “karena UN sampai saat ini masih menjadi tolak ukur dalam dunia pendidikan,” katanya. Jika memungkinkan, dia akan mendatangkan guru-guru dari luar, termasuk untuk membina siswa-siswa berbakat di sekolah tersebut.
Calon kepala sekolah yang lain, Lili Warni, juga menyampaikan visi dan misi yang senada. Yakni, peningkatan kualitas siswa. Selain meningkatkan prestasi siswa, dia lebih fokus terhadap kesejahteraan guru. Namun ditegaskannya, bukan dalam hal materi.
“Dapat dialakukan dengan cara meningkatkan kualitas mereka. Masih ada guru-guru yang belum sarjana, diharapkan dalam waktu dekat mereka melanjutkan studi untuk mendapatkan gelar sarjana tersebut,” katanya. Selain itu, guru-guru juga akan diberikan pelatihan atau workshop sehingga SDM guru bisa lebih baik.
Setelah menyampaikan visi dan misi tersebut, peserta akan diberikan pertanyaan oleh tim penilai. Jawaban tersebut juga akan memberikan pengaruh yang cukup besar terhadap nilai mereka. (enn)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar