Minggu, 07 Juli 2013

New Day, New Friends, an The New Me (?)

New Day, New Friend, and the New ME (?) Ceritanya sudah belalu, memang. Tapi ada hal yang tak bisa dilupakan apalagi dimaafkan. Itu yang selalu gw inget ketika ketemua dua orang yang dulu paling gw sayangi dan hormati. Tapi kini, ya bisa dikatakan jijik lah ya gw sama mereka berdua ini. Keduanya adalah mantan gw sebut saja Mr. A, dan yang kedua adalah Mr. K, sahabatnya mantan gw yang udah gw anggap abang gw (dulunya). Namun sekarang eneg aja gitu liat mereka. Entahlah, sepele memang, tapi apa yang kita anggap sakral tak pantas untuk dinodai bukan. Bagi mereka ternyata itu tak sakral. Ya sudahlah ya, gw pengen banget menghapus sedikit memeri gw, yaaa yang semuanya berisi tentang mereka berdua ini, entah bagaimana caranya. Yang jelas pengen banget. Bisa dih beberapa kali gw mulai lupa, tapi eh tiba-tiba tu dua orang nongol di depan muka gw. Jadi bete lagi. Teman-teman baru, dengan atmosfir yang berbeda memang lumayan ampuh untuk mengalihkan perhatian. Teman-teman baru di desk kerjaan gw, yang nyatanya juga tau kisah tragis percintaan gw ini (yang juga sempat jadi hot news of the year). Mereka memang tidak masuk dalam urusan itu, namun ternyata gw bisa lupa kedua orang yang ge benci itu, ketika gw lagi ngumpul-ngumpul dengan teman-teman baru ini. Hang out, karaoke, nongkrong, atau bahkan cuman berkirim pesan melalui layanan blackberry messanger yang belakangan ini seirng error. Cukup membantu untuk menyembuhkan luka, atau paling tidak untuk memberikan obat penenang biar sakitnya ditunda dulu. The new me? Itu yang gw inginkan. Gw yang bebas dari lingkaran kedua orang yang pernah gw sayangin itu, tak lagi memikirkan persoalan-persoalan klasik gw, ya itu tadi persoalan cinta. Memang gw berharap the new me, namun ternyata tidak. Karena suatu ketika disaat-saat tak terduga, gw kembali berimajinasi tentang kedua orang itu. Mengenang indahnya ketika dulu masih sama-sama. Ada yang salah dengan gw? Rasanta gw berubah tak normal, karena membiarkan diri gw terkurung berlarut-larut di dalam memori kelam itu. Orang baru? Tentu saja gw tidak menutup kesempatan akan datangnya orang baru, namun tak bisa sembarangan dong. Ada banyak pertimbangan yang harus gw pikirkan, dan wajar banget kalau ketika ada yang mendekat, gw langsung membandingkan dengan mantan gw itu. Nobody’s perfect, betul sekali, tapi gw berhak dong memilih yang lebih baik dari yang pernah ada dan yang sudah hilang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar