Jumat, 15 Oktober 2010

RELA BAWA RANSEL

PKS Ekspo bekerjasama dengan FLP (forum lingkar pena) wilayah Jambi, mengundang penulis novel sekaligus penulis cerpen Asma nadia. Acara satu hari yang digelar di museum negeri Jambi kemarin (14/10) mendapat antusias dari para pelajar, mahasiswa, bahkan kalangan umum. Agenda acara yang diusung adalah jumpa penulis dan bedah film Emak ingin naik haji karya Asma nadia.

Tomy(23), ketua panitia acara,kemarin (14/10), menjelaskan, peserta yang hadir mencapai 355 peserta, dan memang pesertanya terbatas. Saat ditanya mengapa Asma nadia yang diundang oleh FLP, tomy mengatakan bahwa Asma nadia sendiri merupakan salah satu penulis yang bergabung dengan FLP (forum lingkar pena). “otomatis koneksinya cepat” jelasnya. Acara ini bertujuan untuk memperkenalkan kepada masyarakat bahwa begitu banyak manfaat menulis, dan terlebih lagi karya tersebut bisa diadaptasi menjadi film.

Selain itu Asma nadia yang merupakan penulis cerpen Emak ingin naik haji mengatakan, bahwa tema dari cerpen ini adalah tentang perjuangan seseorang dalam mencapai mimpi.” Cerpen ini dapat dibaca oleh siapapun dan bersifat universal” jelasnya.

Dari 40 lebih karya yang ditelurkannya ada 2 buah karya ibu dua anak ini yang diangkat menjadi sebuah film, antara lain Emak ingin naik haji yang filmnya sudah lama beredar di bioskop seluruh Indonesia. Dan yang kedua adalah Rumah tanpa jendela yang diadaptasi dari cerpen Jendela rara. ”saat ini masih dalam proses pembuatan, insya allah akan dilaunching pada bulan desember atau awal januari” tambahnya.

Istri dari penulis Isa alamsyah ini mengatakan bahwa royalti yang didapat dari hasil penjualan cerpen Emak ingin naik haji ini digunakan untuk sosial kemanusiaan untuk membiayai berangkat umroh bagi masyarakat yang kurang mampu.
Sejauh ini Asma nadia sendiri telah mendirikan 26 rumah baca diberbagai tempat, diantaranya rumah baca yang didirikan di Bintan Riau, Perpustakaan duafa,dan perpustakaan Asma nadia yang didirikan di tenggarong dan samarinda. Taman baca ini didirikan memang untuk misi sosial.

Sejauh ini film garapan sutradara Aditya Gumay yang diangkat dari cerpen karya Asma nadia mendapat respon yang baik. Terlebih lagi film ini dapat dinikmati dari kalangan mana saja dan tak terbatas umurnya.

Terbesit kisah menarik dibalik kedatangan Asma nadia sebagai pembicara dalam jumpa penulis dan bedah film Emak ingin naik haji kemarin. Elis (28)merupakan penggemar karya tulisan Asma nadia dari 11 tahun yang lalu, ia sengaja menjadi pendaftar pertama. Untuk menunjukkan kecintaannya terhadap karya Asma nadia. Ia rela membawa tas ransel besar yang berisi 20 lebih judul buku karya Asma nadia. Diakuinya alasan ia menyukai tulisan Asma nadia adalah karena cerita yang diusung dekat dengan keseharian, sangat menyentuh, dan tidak menggurui. Tampak pancaran bahagia dari muka wanita berjilbab itu. “selama ini saya dengan mbak Asma hanya surat-suratan, tetapi waktu pertama kali saya di telepon mbak Asma saya sangat terkejut, serasa tidak percaya bahwa yang menelpon adalah mbak Asma, dan sekarang dapat bertatap muka langsung dengan mbak Asma” bebernya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar