Oleh Pelajar SMPN 18 Kota Jambi
JENNIFER AGUSTIA, Jambi
BERBAGAI musibah dan bencana alam yang terjadi, mengusik nurani manajemen dan pelajar SMPN 18 Kota Jambi. Untuk itu mereka menggelar salat gaib untuk semua korban meninggal pada bencana yang terjadi di Indonesia. Khususnya korban tsunami Mentawai, letusan gunung Merapi Jogja, serta korban Wasior, Papua.
Kepala SMPN 18 Kota Jambi, Nanang Sunarya mengatakan dengan salat yang digelar, “Kami doakan korban yang meninggal agar diterima disisi Tuhan YME, dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan,” ujarnya kemarin (5/11).
Selain itu, melalui kegiatan tersebut, Nanang berharap dapat memberikan edukasi spiritual kepada siswanya sehingga memiliki kepekaan rasa dalam menyikapi persoalan sosial yang terjadi di Indonesia. “Salat gaib ini, kami harap juga dapat memperkuat karakter mereka sebagai generasi muda,” ungkap Nanang.
Salat diikuti sebanyak 550 siswa SMPN 18 Kota Jambi, yang digelar di lapangan sekolah tersebut.
Usai salat, kegiatan dilanjutkan tahlil singkat, dan doa bersama.
Dikatakan Nanang, salat gaib seperti ini, sudah dua kali dilaksanakan, yang pertama ketika bencana tsunami melanda Nangroe Aceh Darussalam, dan yang kedua bencana yang melanda Mentawai, Jogja, dan Papua ini. “Waktu gempa Padang kita hanya mengumpulkan donasi, kita salurkan kesana,” ungkapnya. Untuk kali ini, juga disalurkan donasi, diakuinya, Senin (1/11) sudah dikumpulkan dan segera disalurkan.
Disebutkannya, setiap Jumat, siswanya rutin mengadakan kegiatan keagamaan. Setiap minggunya, sebelum memulai pelajaran, diadakan yasinan serta tausiah. Kegiatan tersebut diisi oleh guru-guru dan siswa secara bergantian. “Bahkan, kami juga mendatangkan narasumber, jika memungkinkan,” ungkapnya.
Ke depan pihaknya berencana akan melaksanakan salat dhuha rutin setiap minggu. “Namun sholat dhuha ini kan pribadi, tidak bisa berjamaah, takut pelaksanaannya tidak lancar,” ungkapnya. (*)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar