Senin, 15 November 2010

Soal Bikini, Nadine Maklum

Kunjungan Putri
Indonesia 2010 ke
Jambi Independent

JENNIFER AGUSTIA

THEHOK–Putri Indonesia 2010 Nadine Alexandra Dewi Ames, kemarin (15/11), berkunjung ke Kota Jambi. Kunjungannya terkait kegiatan Nadine sebagai Putri Indonesia untuk menghadiri acara fashion show serta industri kreatif di Kota Jambi yang akan diadakan pada Senin malam. Dalam kunjungannya, Nadine menyempatkan diri singgah ke Graha Pena Jambi Independent, Thehok.
Nadine menyatakan kegembiraannya berkunjung ke Jambi. Ini kali pertama dia singgah ke Provinsi Jambi. Selain itu, yang membuatnya senang adalah kondisi jalan raya yang lancar serta masih banyaknya gedung-gedung tua di tepi jalan. “Kalau di Jakarta, pagi-pagi sudah emosi karena macet, polusi, juga mal-mal banyak sekali. Kalau di sini aman-aman saja tuh,” ungkapnya.
Kontroversi mengenai dirinya menjadi perbincangan dalam kunjungan Nadine ke Graha Pena. Untuk diketahui, banyak pihak meragukan keberhasilannya menyabet gelar Putri Indonesia. Banyak desas-desus di masyarakat, Nadine disebut-sebut merupakan Putri Indonesia “titipan”. Pasalnya, Nadine diisukan memiliki hubungan keluarga dengan Mooryati Sudibyo, Panitia Penyelenggara Pemilihan Putri Indonesia (PPI) serta bos Mutika Ratu.
“Melalui Jambi Independent, saya mau klarifikasi lagi, tidak ada hubungan keluarga dengan Ibu Mur (Mooryati Sudibyo, red), tapi kami memang sama-sama dari Solo. Gak semua orang Solo punya hubungan kekeluargaan dong. Lagian, kalau ada hubungan keluarga, pasti saya dapat produk (Mustika Ratu) gratis terus,” katanya.
Selain itu, dirinya juga menyebutkan, dengan kemenangannya di ajang Pemilihan Putri Indonesia berarti dirinya akan melaju ke Miss Universe. Setiap tahun, Miss Universe sering disorot karena pada satu sesi, peserta diharuskan memakai pakaian bikini (busana pantai).
Untuk hal ini, Nadine merasa maklum akan adanya pro dan kontra tersebut, “di Indonesia dengan budaya yang beraneka ragam, saya maklum dengan hal itu. Namun, dalam ajang Miss Universe saya akan memakai bikini one piece (satu potong),” ungkapnya.
Mengenai kapasitasnya sebagai putri Indonesia yang baru, Nadine mengaku ada tanggung jawab besar yang sedang diembannya. Tanggung jawab terbesar adalah ketika dirinya menjadi image Indonesia, serta, mau tidak mau menjadi role model bagi generasi muda Indonesia.
“Kalau dulu, perhatian saya hanya pada kuliah, dan bisa bertindak semaunya, saat ini tidak bisa. Karena apapun yang saya lakukan pastinya menjadi sorotan, dan sedikit banyaknya akan mempengaruhi citra Indonesia,” ungkap Nadine.
Selain tanggung jawab itu, sebagai Putri Indonesia, Nadine bertanggung jawab untuk mengampanyekan pariwisata yang ada di Indonesia. Juga, kampanye antinarkoba yang selalu menjadi tugas rutin Putri Indonesia. “Saat ini saya sedang mengemban tugas kampanye pelestarian Orang Utan, karena seperti yang kita tahu, dua puluh lima tahun yang akan datang, Orang Utan diprediksi akan punah. Sedangkan di mata dunia, Orang Utan adalah image-nya Indonesia,” kata Nadine.
Dikatakan, dalam tugas tersebut, dirinya harus mengampanyekan bahaya illegal logging (pembalakan liar) yang merupakan penyebab kelangkaan Orang Utan saat ini. Dengan kapasitasnya tersebut, Nadine berharap dapat mengajak generasi muda agar sadar dan memelihara lingkungannya mulai dari sekarang.
“Banyak hal yang harus dipertimbangkan, jangan cuma bisa nebang pohon trus dijual demi keuntungan pribadi, kita juga harus sadar bahwa ada makhluk lain yang hidup di hutan-hutan tersebut,” tandasnya.
Untuk diketahui, ajang Pemilihan Putri Indonesia (PPI), merupakan salah satu even bergengsi yang diadakan tiap tahun di seluruh Indonesia. Di lokal, Provinsi Jambi, yang dipercaya mengadakan even itu adalah Harian Pagi Jambi Independent. Tahun 2010 ini, Jambi Independent berhasil membawa Grace Gabriella Binowo, sebagai finalis PPI 2010 utusan Provinsi Jambi. Dan Grace, sukses melaju ke babak 5 (lima) besar.(

Tidak ada komentar:

Posting Komentar