Rabu, 04 Mei 2011

AIR MATI

KOTABARU – Bagi pelanggan perusahaan daerah air minum (PDAM) yang tinggal di wilayah timur, Pasar, Jelutung, dan Selatan, harus bersiap menghadapi paceklik air selama lima bulan. Ini diberlakukan selama perbaikan serta rehab alat-alat PDAM di beberapa tempat.
“Pembangunan Tengosari di wilayah timur dan rehab benteng tetap berjalan. Hal ini bertujuan untuk perbaikan pelayanan terhadap masyarakat,” terang Firdaus, Direktur Utama PDAM Tirta Mayang, Kota Jambi, kemarin (4/5).
Namun, katanya, untuk melakukan perbaikan-perbaikan tersebut dibutuhkan waktu yang tidak sebentar, dan dikhawatirkan akan menganggu pelayanan PDAM terhadap masyarakat. “Seperti perbaikan benteng itu tidak bisa tambal sulam, karena kerusakannya sudah cukup parah dan kronis. Dalam prosesnya, tentu akan mengganggu pelayanan air terhadap masyarakat, air harus dimatikan,” ungkapnya.
Berapa lama air tak beroperasi? Ketika proses perbaikan dilaksanakan, Firdaus mengatakan tidak bisa dalam hitungan hari. “Paling tidak lima bulan air harus mati, mana mau masyarakat dimatikan airnya selama itu, lagian mau dapat air dari mana lagi,” katanya.
Untuk mengatasi hal itu, PDAM akan mengaktifkan kembali menara lama sebagai cadangan serta antisipasi dalam perbaikan benteng tersebut. “Menara lama kita aktifkan kembali, pindahkan produksi ke sana, baru dimatikan sebanyak 50 persen,” katanya. Disebutkannya, dalam perbaikan tersebut sekitar 10 ribu pelanggan akan terganggu, yakni pelanggan yang berada di wilayah Timur, Pasar, Jelutung, dan Selatan.
Pelaksanaan sendiri, disebutkan Firdaus, akan dimulai pada awal 2012 mendatang. “Baru kita perbaiki separuhnya selama enam bulan, kalau keseluruhan kemungkinan akhir 2012 selesai,” katanya. Yang menjadi kendala saat ini adalah persetujuan masyarakat untuk mematikan air. “Apakah mereka mau, dari mana bisa dapat air, namun akan kita koordinasi lagi,” katanya.
Saat ini jumlah pelanggan PDAM Tirta Mayang berjumlah sebanyak 56 ribu. Di tahun 2015 nanti, ditargetkan sudah mencapai 81 ribu pelanggan dengan pelayanan sebanyak 80 persen. “Itu lima tahun yang akan datang,” tandasnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar