Senin, 02 Mei 2011

ULET BULU!!!!

Awas, Ulat Bulu Masuk Kota

JENNIFER AGUSTIA, Jambi

Ini informasi penting yang harus diketahui warga Kota Jambi. Wabah ulat bulu yang belakangan marak menyerang daerah-daerah di Indonesia, ternyata kini sudah masuk ke Kota Jambi. Bahkan, di salah satu RT dalam Kota Jambi, telah terserang ulat-ulat yang membuat gatal pada kulit manusia itu.
Salah seorang ketua RT di Kota Jambi melaporkan keberadaan ulat bulu di kawasan yang dipimpinnya, yakni di Jalan Slamet Riyadi, Lorong Flamboyan, RT 12, No 27, Kelurahan Legok, Kecamatan Telanaipura, Kota Jambi, kemarin (2/5).
Nila, ketua Rt mengatakan, dirinya baru melihat keberadaan ulat bulu tersebut dua hari lalu. Namun diakuinya, dua minggu yang lalu, dia beserta masyarakat sekitar menemukan banyak kupu-kupu beterbangan di kawasan tersebut.
Ketika ditanyakan berapa jumlah kupu-kupu tersebut, Mila mengatakan sekitar 15 ekor lebih. Ciri-cirinya, kupu-kupu tersebut memiliki warna yang tidak menarik, dan beberapa hari kemudian kupu-kupu tersebut ditemukan mati di daerah itu. “Warnanya hitam bintik-bintik. Dan jumlah tersebut kami pikir sudah tidak wajar lagi,” katanya.
Disebutkan, di bagian bawah pohon ditemukan ulat bulu dalam jumlah yang sangat banyak. “Kalau diperkirakan, bisa mencapai 300 ekor, mengerikan,” ungkapnya.
Ketika ditanyakan apakah ada reaksi gatal-gatal, Nila mengatakan, anak-anaknya mengalami gatal-gatal semenjak dua hari tersebut. “Makanya, anak-anak saya larang dulu mendekati tumbuhan-tumbuhan,” katanya.
Berdasarkan pantauan Jambi Independent, ulat bulu tersebut berdiameter sekitar 5 mm, dengan panjang 3 sampai 5 cm, warna ulat bulu tersebut cokelat tua.
Mendapatkan laporan pertama adanya ulat bulu di Kota Jambi, Dinas Pertanian, Peternakan, Perikanan dan Kelautan Kota Jambi, mengambil tindakan penyemprotan pada tumbuhan yang dihinggapi ulat bulu tersebut.
“Setelah mendapat laporan itu, kita langsung melakukan penyemprotan insektisida Convidor untuk membasmi kloni ulat bulu itu di lokasi yang dimaksud,” kata Harlik, Kepala Dinas Pertanian, Peternakan, Perikanan, dan Kelautan Kota Jambi.
“Diperkirakan memang ada 300 ekor, namun yang tadi berhasil kita kumpulkan setelah dilakukan penyemprotan sebanyak sekitar 50 ekor,” katanya.
Menurutnya, yang menjadi kendala dalam pembasmian tersebut adalah karena cuaca yang siang kemarin cukup panas. “Kalau panas kan mereka itu naik ke atas pohon. Kalau malam, biasanya mereka turun. Itu yang menjadi kendala kita untuk membasminya,” jelasnya.
Ia juga menjelaskan, ulat bulu tersebut mirip dengan yang sering menjadi pemberitaan nasional, dengan nama Limantaria Marginata. Disebutkan, yang diserang oleh ulat bulu saat ini adalah daun mangga yang berada di pekarangan rumah warga. “Saat ini yang diserangnya baru satu pohon. Tapi, pohon yang terancam diserang ada tujuh pohon,” sebutnya.
Setelah dilakukan penyemprotan, ulat bulu dibawa ke laboratorium untuk kemudian diteliti. “Kami imbau kepada warga, jika ada kejadian seperti ini, segera laporkan kepada kami ke nomor 0741-580573. Akan langsung kami tindak lanjuti dengan melakukan penyemprotan,” tambahnya.
Posisi saat ini sudah bisa dikatakan dengan status siaga. Oleh karenanya, warga diimbau untuk berhati-hati. Sementara yang mengakibatkan mewabahnya ulat bulu ini, kata Harlik, adalah faktor cuaca ekstrim. “Bisa dikatakan siaga. Ini akibat dari cuaca ekstrem yang beberapa hari belakangan terjadi. Sehingga, ulat bulu jadi lebih mudah berkembang biak dengan cepat,” tandasnya.(*)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar