Kualitas Kompor Gas Diragukan
KOTABARU-Kualitas kompor gas yang disediakan Pertamina untuk dibagikan kepada masyarakat, diragukan kualitasnya. Meski sudah berlogo SNI, keraguan tetap muncul karena bahan kompor yang terlalu tipis, serta bahan tungku yang juga tipis. Kompor ini digunakan oleh pihak Pertamina serta konsultan beberapa waktu lalu.
Pihak Pertamina membantah. Soldag, utusan Pertamina menjelaskan, kompor itu bisa tahan hidup selama sepuluh jam. Namun tidak dijelaskannya berapa berat maksimalnya, dan hingga berapa lama kompor ini bisa dikatakan masih layak pakai.
Disebutkan Sekretaris Daerah Kota Jambi Budidaya, kualitas kompor harus bagus, sehingga masyarakat bisa menggunakannya tanpa rasa khawatir. Seandainya masyarakat tidak yakin dengan kompor ini, maka mereka tidak akan menggunakannya. “Namun masyarakat tetap menerima pembagian kompor tersebut lantaran gratis, kami tidak bagikan kompor untuk dibuang, tapi untuk dimanfaatkan secara baik oleh masyarakat,” ungkapnya.
Sekda sendiri agak meragukan kualitas kompor bertungku satu tersebut. Katanya, masyarakat tentu juga ragu untuk menggunakannya. “Jangankan bahan seng yang tipis itu, besi saja dibakar beberapa lama pasti akan melunak, apalagi dengan ahan seperti ini,” ungkap Budidaya, kemarin (21/3).
Dikatakan, kompor berbahan seperti itu pasti ada kapasitas maksimalnya, namun pihak Pertamina tidak menjelaskan secara pasti. “Tidak mungkin kompor itu bisa mengangkat beban yang sangat berat, seperti membuat rendang, namun mereka tidak menjelaskan,” katanya.
Ditambahkan, kemungkinan harus ada aksesoris tambahan untuk mengangkat beban berat. “Apakah Pertamina yang menyediakan, atau masyarakat beli sendiri, itu yang harus dijelaskan oleh Pertamina dan konsultan dalam sosialisasi, agar masyarakat yakin menggunakan kompor itu,” katanya.
Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Jambi yang berperan sebagai pengawas, saat ditanyakan mengenai kompor gas itu mengaku akan melakukan pengecekan lagi. “Dalam waktu dekat kami akan lakukan pengecekan,” jelas Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Jambi Izhar Muzani.
Ditambahkan, pengecekan sudah pernah dilakukan, namun tidak secara keseluruhan. “Tidak mungkin dicek satu-satu, karena butuh tenaga yang banyak, sedangkan tenaga kami di sini kurang,” ungkapnya.
Dilanjutkan, jika barang tersebut terlalu lama disimpan di gudang, kemungkinan bisa saja terjadi kerusakan. Ketika ditanyakan berapa lama masa berfungsinya serta berat maksimal yang bisa diangkat kompor, Izhar tidak bisa menyebutkan secara pasti. Begitu juga ketika ditanyakan mengenai kriteria kompor sehingga bisa mendapatkan SNI, Izhar mengaku tidak hapal, “Saya juga tidak bawa kriterianya sekarang,” ungkapnya.
Selanjutnya, ditanyakan kapan akan dilakukan pengecekkan, dia juga tidak bisa memastikan. “Yang jelas secepatnya, sesuai peran kami. Nanti sama-sama kita cek, saya akan informasikan nanti,” tandasnya.(enn)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar