Pacaran dengan Laki-laki Beristri
Mungkin tidak ada yang mau hidup sebagai homoseksual atau gay. Begitu juga dengan Robert. Namun, mau apa dikata, garis hidupnya membuat dirinya sebagai laki-laki penyuka laki-laki.
Robert mengaku sudah merasakan tanda-tanda suka kepada sesama jenis dalam dirinya sejak masih duduk di bangku SMP. Ketika itu, kata dia, setiap melihat laki-laki yang menurutnya tampan, darahnya langsung berdesir.
Sampai menginjak bangku SMA, dia baru berani sebatas curi-curi pandang dengan laki-laki tanpa yang ditaksirnya. “Cuma berani lirik-lirik, kalau cakep rasanya darah ini berdesir,” kata pria yang menjabat sebagai Sekretaris Komunitas Gay di Kota Jambi, Male Working Group Jambi (MWGJ) ini.
Pada awalnya, Robert mengaku ada penolakan dalam dirinya terhadap orientasi seksual yang dia miliki. “Pernah juga menyesal, kenapa aku bisa kayak gini, kenapa tidak terlahir dengan orientasi seksual yang sama dengan teman-teman lainnya,” ungkapnya.
Baru pada tahun 2003, dia menerima sepenuhnya kepribadiannya yang berbeda dengan orang lain. Robert menerima bahwa dirinya memang penyuka sesama jenis, dan merasa nyaman bergaul dengan teman-temannya yang tergabung dalam komunitas ini. “Awalnya nongkrong bareng, eh taunya nyambung, jadinya sering curhat juga,” katanya.
Untuk mendapatkan pasangan, banyak cara yang dilakukan. Seperti ngerumpi, bahkan menjalin hubungan lewat dunia maya. Selama manjalani kehidupannya sebagai gay, Robert sudah beberapa kali berganti pasangan. Namun untuk kekasihnya yang sekarang, Robert sudah menjalaninya selama empat tahun.
Siapa menyangka, kekasih Robert saat ini adalah pria beristri dan juga telah memiliki anak. “Pacar saya sudah beristri. Bahkan saya akrab dengan istrinya, karena istrinya tidak tau kalau si suami berorientasi seksual seperti itu,” jelasnya.
Robert juga mengaku sering berkunjung ke rumah pacarnya itu dan juga akrab dengan dua orang anaknya. “Mereka taunya kami berteman,” kata Robert. Namun, dia tak dapat memungkiri, bahwa suatu saat dirinya ingin menikah dengan seorang wanita. Tiga kali sudah dia hampir menikah, namun Robert tidak menceritakan alasan kenapa pernikahan itu batal.
Apakah masih memiliki rasa terhadap perempuan? “Saya masih selera lihat perempuan,” tegasnya. (enn)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar