Selasa, 26 April 2011

ADA KONGKALIKONG PIHAK SEKOLAH

5 Paket
Jawaban
UN Beredar

Dua Sekolah
Miliki Paket
yang Sama

JENNIFER AGUSTIA, Kotabaru

Di hari kedua pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tingkat SMP di Kota Jambi, ternyata masih saja beredar kunci jawaban di beberapa sekolah. Kemarin, Jambi Independent berkunjung ke SMPN 7 dan SMPN 17 Kota Jambi. Di dua sekolah itu ditemukan dua kunci jawaban UN yang dikantongi beberapa siswa.
Salah satu siswa di SMPN 7 yang tidak mau disebutkan namanya memperlihatkan kunci jawaban UN untuk semua nomor soal yang diujikan kemarin, Matematika. Hal yang mengagetkan lagi, kunci jawaban tersebut sebanyak lima paket, sesuai dengan jumlah paket soal UN tahun ini. Kelima paket tersebut adalah Paket 12, paket 25, paket 39, paket 46 dan paket 54. Jawaban soal tersebut ditulis dalam selembar kertas. “Kami tulis jawabannya dalam kertas, jawaban itu kami dapat tadi malam lewat SMS,” katanya.
Demikian juga dengan siswa SMPN 17 yang juga mengaku mengantongi kunci jawaban. “Kami catat dalam kertas, dan dibawa ke dalam kelas, kertasnya digulung kecil-kecil,” katanya. Ketika dibandingkan Jambi Independent, kedua lembar jawaban dari dua sekolah tersebut semuanya sama.
Terkait temuan ini, Kepala Dinas Pendidikan Jumisar mengatakan, jawaban soal UN tersebut dipastikan dibuat oleh oknum yang tidak bertanggungjawab. “Kunci jawaban itu sendiri saat ini masih berada di pusat, bagaimana bisa lihat kuncinya,” kata Jumisar.
Hal lain yang menjadi pertanyaan adalah mengenai sistem pengawasan yang terkesan lebih longgar dibanding UN beberapa waktu lalu. Menanggapi hal ini, Jumisar juga mengatakan, meski pengawas ujian kali ini tidak lagi didampingi oleh Perguruan Tinggi, namun tetap harus mengikuti peraturan yang telah ditetapkan. “Pangawas kan sistemnya silang, bukan guru di sekolah yang berangkutan, dan setiap hari pengawasnya berbeda-beda. Tidak meungkin terjadi kerjasama antara semua pengawas dengan sekolah,” katanya.
Dilanjutkan, pengawas yang berada di dalam kelas juga tidak boleh membaca soal setelah soal tersebut dibagikan kepada siswa. “Jika ada soal berlebih, langsung dimasukkan ke dalam amplop lagi, tidak boleh dibaca sedikitpun,” katanya.
Jika ada pengawas yang melanggar aturan tersebut, maka akan dikenakai sanksi. Sanksi tidak diijinkan untuk menjadi pengawas ujian di tahun-tahun berikutnya, dinilai Jumisar terlalu ringan untuk kasus semacam itu. “Kalau cuma tidak boleh mengawas lagi, itu terlalu ringan. Yang disalahgunakan itu adalah dokumen negara. Kan sudah tertulis di dalam amplopnya, rahasia negara, bisa dipidana kalau ada yang melanggar,” katanya.
Dia juga mengatakan, siswa kembali dihimbau untuk tidak percaya dengan jawabaan yang beredar. “Itu kan spekulatif, semua orang bisa bikin soal. Kalau mereka terlalu percaya, maka resikoanya terlalu besar. Bisa tidak lulus,” tandasnya.
Terkait siswa yang mengikuti UN SMP hari kedua ini, tercatat sebanyak 11 orang yang tidak hadir karena sakit. Dikatakan Sukarman, Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kota Jambi, secara rinci yang tidak hadir itu adalah, siswa SMP Negeri yang sakit sebanyak 5 orang, SMP Swasta 5 orang dan MTs 1 orang.
“Berkurang dari jumlah hari pertama yaitu 13 orang sakit. Sedangkan jumlah DO hari pertama dan kedua tetap sebanyak 122 orang,” tandasnya.(*)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar