Rabu, 27 April 2011

KUNCI UN

Kunci UN
Dibagikan
Satpam

Hasil Sidak
Disdik Nihil

JENNIFER AGUSTIA, Jambi

Beredarnya kunci jawaban soal UN SMP di SMPN 7 dan SMPN 17 Selasa (26/4) lalu, membuat Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Jambi menggelar razia ke SMPN 7. Kepala Disdik Jumisar turun langsung pada razia yang digelar kemarin (27/4) itu. Tapi, hasil sidak nihil. Faktanya, kunci jawaban masih beredar leluasa di kalangan siswa.
Jumisar yang saat itu didampingi Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kota Jambi Sukarman mengatakan, razia dilakukan untuk memastikan kebenaran kabar tentang beredarnya kunci jawaban soal UN. Namun dalam razia yang dilakukan sebelum UN dimulai tersebut, Disdik tidak menemukan hal-hal yang mengindikasikan adanya kecurangan.
“Melihat pemberitaan pagi ini, Disdik langsung merazia ke sekolah ini, untuk memastikan apakah ada indikasi kecurangan, namun setelah dilakukan razia, kami tidak menemukan hal-hal yang mencurigakan,” katanya.
Pemberitaan tersebut juga dibantah oleh Kepala SMPN 7 Syahrial Thaib. Disebutkan, pihak sekolah sangat terkejut dengan temuan beredarnya jawaban soal tersebut. “Pengawas juga kaget karena mereka menganggap tidak bertugas dengan baik. Padahal kami diawasi oleh Dinas Pendidikan Provinsi, Kota, dan Kepolisian,” ungkapnya.
Meski dibantah, toh, bukti kunci UN itu telah didapat awak media, termasuk Jambi Independent. Bukti selebaran kunci jawaban tersebut berbentuk sobekan kertas bertuliskan abdjad A sampai D.
Malah, kemarin, dari pengamatan Jambi Independent pagi sebelum ujian dimulai, di sekitar SMPN 7 terlihat segerombolan siswa sedang membagi-bagikan secarik kertas yang dilansir sebagai jawaban dari soal Ujian Bahasa Inggris yang diujikan. Ketika hal ini dikonfirmasikan kepada Kepala Sekolah, dia mengatakan bahwa hal tersebut merupakan ulah dari oknum.
Katanya, semua orang bisa saja menyebarkan yang dianggap kunci jawaban, “Kalau kami lihat kopekan bertebaran di pinggir jalan, bisa saja terjadi, karena siapapun bisa membuatnya,” kata Sayhrial.
Ditambahkan, secara pribadi dia berani menjamin tidak ada kecurangan yang terjadi yang disebabkan oleh pihak sekolah. Jika terbukti ada indikasi kecurangan, dirinya akan mengambil tindakan.
“Yang melihat langsung jalannya ujian itu kan hanya pengawas, kepsek saja tidak bisa masuk, jadi bagaimana pihak sekolah bisa membantu siswanya untuk hal-hal yang demikian?” sesal Syahrial.
Syahrial juga mengatakan semua siswa SMPN 7 sudah sangat matang dalam mempersiapkan UN ini, “karena siswa kami dari SD sudah pintar, masuk ke sini juga dengan tes, tidak mungkin terjadi hal seperti itu,” katanya.
Dengan NEM tertinggi, lanjut Sayhrial, sekolah yang dipimpinnya memastikan bahwa kecurangan tersebut tidak pernah dilakukan oleh pihak sekolah, meskipun di luar banyak yang menyebarluaskan jawaban UN tersebut.
Kepala Dinas Pendidikan Jumisar juga membenarkan hal ini, karena dengan adanya sebaran lembar jawaban tersebut, barangkali dapat menghancurkan nama baik sekolah ini. “Oknum inilah yang akan kita selidiki, siapa sebenarnya yang menyebarkan,” ujarnya.
Terpisah, Rudi-sebut saja begitu-, pelajar SMPN 14 Kota Jambi mengatakan mendapat bocoran kunci jawaban dari gurunya langsung. Pada hari pertama UN, dia sempat ditegur oleh sekuriti karena datang telat. Sekuriti pun menyuruh dia untuk bergabung dengan rekannya yang lain yang sudah mendapat kunci jawaban.
Kata Rudi, dia tidak tahu bakal diberi kunci jawaban. Meski isunya sempat terdengar. Bahkan katanya ada temannya beda kelas sudah standby sejak pukul 03.00 dinihari. “Ngapo kau lambat nian, tau dak aku sudah dari jam tigo subuh di siko,” jelas rekannya.
Kunci jawaban yang diterima pada hari pertama dan kedua pelaksanaan UN cukup rapi. Tertulis tangan sesuai paket soal dan sudah difotokopi dalam ukuran kecil. Namun pada hari ketiga kemarin (27/4), kunci jawaban diedarkan dalam bentuk sms. Artinya, siswa harus mencatat sendiri jawaban itu. “Ado jugo kawan tadi yang nekat bawa hape disimpan di legging ketat, untung lolos, Kak,” ujar seorang siswa yang lain kepada Jambi Independent.
Dari pengamatan Jambi Independent di salah satu SMPN kawasan Thehok, siswa yang minta namanya dirahasikan mengaku bahwa kunci jawaban disediakan di sekolah. Siswa itu menambahkan, sebelum pelaksanan ujian dimulai, kunci jawaban telah dibagikan oleh satpam sekolah. Diakuinya, kunci jawaban dibagikan dengan leluasa. ”Pengawasnya kan sibuk main HP dan makan kue,” ujarnya.
Untuk mendapatkan kunci jawaban, para siswa sudah diminta pihak sekolah untuk hadir lebih awal sebelum proses ujian dimulai. Bahkan sebelum pengawas ujian datang, satpam sekolah sudah terlebih dahulu membagikan kunji jawaban yang diyakini siswa kunci jawaban tersebut benar. “Jawaban tu betul semua, tapi tidak kami ikuti semua, takut ketauan,” jelasnya.
Berdasar pengamatan Jambi Independent kemarin (27/4) di sekolah tersebut, memang terlihat pada pukul 6.00, beberapa siswa sudah berada di sekolah. Masing-masing siswa tampak sudah memasuki ruangan Ujian. Di depan pintu masuk sekolah terlihat satpam dan beberapa orang yang diketahui adalah guru di sekolah tersebut berada di pos satpam. Oknum guru itu tampak sedang mengoperasikan laptop.
Ketika pelaksanan ujian berakhir, tak terlihat seorang siswa pun meningalkan sekolah. Salah seorang siswa mengaku mereka belum dibolehkan pulang terlebih dahulu karna masih ada yang akan disampaikan oleh pihak sekolah, “belum boleh pulang sama wakil kepala sekolah,” ujarnya.
Dari pengakuan salah seorang siswa, sebelum siswa diperkenankan pulang, terlebih dahulu dipastikan tidak ada kunci jawaban yang terbawa oleh siswa ke rumah masing.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar