Kamis, 14 Juli 2011

BENSIN LAGI

Pertamina:
Stok Premium
Ditambah

SPBU Masih
Layani Jeriken

JENNIFER AGUSTIA, Kasang

Pertamina mengaku sudah menambah stok premium untuk Provinsi Jambi. Itu dilakukan sebagai antisipasi kelangkaan bahan bakar minyak (BBM), khususnya premium yang terjadi di sebagian wilayah Provinsi Jambi, khususnya Kota Jambi. Fakta itu diungkap Darso Abdullah, Pengawas Penerimaan, Penimbunan, dan Penyimpanan Pertamina Jambi, kemarin (11/7).
Penambahan sudah dilakukan sejak kemarin lusa sebayak 255 kilo liter. “Biasanya pada hari biasa, premium untuk Jambi sebanyak 700 sampai 750 kilo liter per hari, mulai Sabtu kemarin, kita tambah menjadi 955 kilo liter per hari,” ujarnya.
Namun penambahan tampaknya tak terlalu berpengaruh terhadap peningkatan permintaan masyarakat Kota Jambi terhadap premium. Antrean panjang masih saja terjadi di semua SPBU yang ada di Kota Jambi.
Disebutkan Darso, sebenarnya tidak terjadi kekurangan stok BBM di Kota Jambi, hanya saja, ketakutan masyarakat akan habisnya BBM yang menyebabkan antrean panjang terjadi. “Kebutuhan masyarakat Jambi itu sendiri pada hari biasanya hanya 700 KL per hari, sekarang sudah kita tambah menjadi 955. Artinya, untuk stok sebenarnya tidak ada masalah,” ujarnya.
Dilanjutkan, antrean panjang juga disebabkan oleh masyarakat yang memakai genset, karena sebagian wilayah Kota Jambi masih mengalami pemadaman listrik total. Untuk itu, masyarakat jangan panik dengan ketersediaan premium di Jambi saat ini.
Terhitung sejak Jumat lalu, stok BBM di Jambi disebutkan bisa bertahan untuk tujuh hari, dan hari ini merupakan hari kelima. Lalu, adakah kekhawatiran akan terjadi kekosongan BBM dua hari berikutnya, mengingat meningkat drastisnya permintaan masyarakat akan BBM? Darso kembali menyatakan, masyarakat jangan panik, karena tidak akan ada kekosongan BBM. “Saat ini BBM sedang di perjalanan, kemungkinan akan segera merapat,” ujarnya.
Lalu, adakah upaya Pertamina untuk melakukan pembatasan bagi masyarakat yang membeli BBM? Darso mengaku, hal tersebut bukanlah wewenang Pertamina malainkan pihak kepolisisan. Namun, disebutkannya, kemarin lusa, pihak Pertamina sudah melakukan rapat dengan pihak kepolisian untuk mengawasi pembeli di SPBU. “Kita juga sudah imbau agar masyarakat tidak membeli BBM secara berlebihan,” katanya.
Pantauan Jambi Independent di Talang Banjar, salah satu SPBU masih menerima pembeli dengan jeriken. Bahkan, pembeli yang membawa jeriken itu tampak bebas antre di antara motor-motor yang antre. Petugas kepolisian terlihat tidak bertindak. Momen ini sempat diabadikan fotografer Jambi Independent Eddy Junaedy.

SPBU Akui Tak Terima Penambahan

Terpisah, penambahan stok tersebut tidak dirasakan oleh beberapa SPBU yang ada di Kota Jambi. SPBU Kebun Jeruk misalnya, masih menyediakan premium sebanyak 30 ton sehari. Tidak terjadi perubahan dibandingkan stok premium yang ada di hari-hari normal. Deni, Pengawas SPBU Kebun Jeruk mengatakan, pihaknya sudah mengajukan penambahan stok premium menjadi 40 ton seri, namun hingga saat ini belum ada. “Sebelum krisis BBM ini terjadi, kami sudah ajukan penambahan, tapi belum ada,” ujarnya.
Dari keterangan Deni, antrean di SPBU Kebun Jeruk ini dimulai dari pagi hari dan pada pukul 17.00 premiun sudah habis, bahkan juga solar dan pertamax. “Jam setengah enam paling lama, itu sudah bubar, sudah habis semua,” ujarnya. Dari pantauan Jambi Independent di lapangan, antrean mencapai puluhan meter, dan memakan separo jalan raya. Akibatnya, jalan raya kemarin hanya dibukan untuk satu jalur. Di Simpang Pulai arah Sipin, terlihat garis polisi yang menyatakan dilarang melewati jalur tersebut.
Untuk antisipasi, menurut Deni, pihak SPBU sejak Minggu (10/7) lalu, memberlakukan pembatasan pembelian premium bagi kendaraan. Yakni, untuk mobil hanya boleh membeli premium maksimal Rp 100 ribu, motor besar maksimalnya Rp 20 ribu, sedangkan motor kecil Rp. 10 ribu. “Kita sudah berlakukan kebijakan ini sejak kemarin,” tandasnya.
Sementara itu, di SPBU Paal V antrean juga terlihat panjang, juga memakan separo jalan raya. Di SPBU ini juga tidak terjadi penambahan stok. Meijek Subakti, pemilik SPBU Pall V mengatakan, stok tetap 20 ton per hari, dan habis sekitar pukul 20.00. Sedangkan Petrus, pemilik SPBU Simpang Rimbo mengatakan, memang ada penambahan stok sebanyak 8 ton untuk tiga hari ini. Jadi, apakah bisa dikatakan penyebaran penambahan BBM ini tidak merata?
Ketua Komisi B Kota Jambi A. Fauzi mengatakan, pihaknya mempertanyakan terjadinya penambahan BBM, namum antrean masih terjadi. “Kita akan pertanyakan kembali kenapa bisa terjadi seperti ini antrean panjang setelah terjadi penambahan. Mungkin disebabkan juga adanya isu BBM akan naik, masyarakat panik, lalu menimbun BBM,” ujarnya. Dirinya juga mempertanyakan kenapa ada SPBU yang tidak mengalami penambahan. “Kemana itu larinya penambahan BBM,” katanya.
Akibat antrean yang begitu panjang ini, harga eceran menjadi semakin melambung tinggi. Harga premium eceran kemarin menembus angka Rp 20 ribu per liternya, lebih dari empat kali lipat harga biasanya. Sementara di hari sebelumnya masih berkisar pada angka Rp 15 ribu per liter. Di sepanjang jalan, banyak yang beralih profesi menjadi pengecer premium dadakan. Masyarakat yang tidak tahan berlama-lama mengantri terpaksa harus membeli premium eceren dengan harga yang tinggi tersebut.(*)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar