Kamis, 14 Juli 2011

BENSIN

Bensin
Capai
Rp 15.000

Akibat
Kelangkaan
BBM

JENNIFER AGUSTIA, Jambi

Langkanya BBM terutama bensin membuat warga Kota Jambi kian resah. Di semua sarana pengisian bahan bakar umum (SPBU) yang ada di Kota Jambi, antrean panjang hingga kemarin (10/7), masih terlihat. Sehingga, warga lebih memilih untuk membeli bensin pada pengecer ketimbang di SPBU.
Situasi tersebut malah menjadikan harga bensin di masing-masing pengecer menjadi tinggi. Harga penjualan mulai Rp 8.000 hingga Rp 15.000 per liternya. Sementara, jika beli di SPBU hanya Rp 5.500 per liter.
Seperti diakui Ririn, salaah seorang warga Jelutung, dia baru saja membeli bensin untuk motornya. Dia memutuskan membeli di pengecer kawasan Jelutung, karena tidak sanggup mengantre selama berjam-jam, apalagi di tengah terik matahari.
“Keterlaluan sekali, masak di sana dijual bensin Rp 12.000 seliter? Saya pikir awalnya cuma delapan ribu,” katanya.
Hal ini juga dikeluhkan Yati, warga Pall V yang mengaku tidak mau mengantre panjang. Bahkan, karena itu, dia tidak menggunakan motor. “Mau cari tukang ojek, motor bensin kosong, pening palak di Jambi sekarang ni,” ujarnya, kesal.
Di kawasan Telanaipura, harga bensin eceran tembus hingga Rp 15.000 per liter. Dari informasi masyarakat sekitar, pada umumnya, harga bensin eceran di kawasan Telanai sudah mematok harga sebesar itu. Salah seorang pengecer mengatakan, terpaksa menjual dengan harga tinggi lantaran ada kebijakan larangan membeli bensin dengan jeriken.
“Kami terpaksa menjual dengan harga segitu, karena dilarang membeli pakai jeriken, lalu kami antri pakai kendaraan masukkan ke tanki lalu keluarkan untuk dijual eceran,” cetusnya.
Terkait hal ini, Wali Kota Jambi Bambang Priyanto mengimbau agar para pengecer tidak terlalu memanfaatkan situasi tersebut, sehingga menakar harga bensin eceran setinggi-tingginya. “Kita imbau pengecer jangan mematok harga terlalu tinggi,” ujarnya.
Dia juga mengatakan, di setiap tempat, memang terjadi hal yang demikian. Karena langkanya BBM di SPBU, menyebabkan antrean sangat panjang sehingga harga bensin eceran meroket.
Langkanya BBM ini juga tidak lepas dari imbas pemadaman listrik total yang terjadi di sebagian besar Kota Jambi selama tiga hari. Karena, bagi pengguna genset, tentu membutuhkan solar ataupun bensin. Sehingga, permintaan bahan bakar semakin banyak.
“Ini juga disebabkan mati lampu, mereka yang pakai genset beli bensin atau solar, kita akan upayakan agar SKPD terkait melakukan pengawasan untuk segera mengatasi masalah ini, agar kondisi seperti ini tidak terus terjadi. Juga agar penjualan di kalangan pengecer tidak terlalu tinggi,” katanya.
Sementara itu, terkait terbakarnya Gardu Induk PLN di Selincah, Bambang mengatakan agar cepat diselesaikan. Karena itu menyangkut rutinitas masyarakat. “Kan tidak semuanya pakai genset, di delapan kecamatan yang ada di Kota Jambi, lebih dari separuh yang kena pemadaman, saat ini perbaikan sedang diupayakan,” tandasnya.(*)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar