JAMBI- Bahasa Indonesia merupakan bidang studi wajib dalam pendidikan Indonesia. Mulai dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi. Namun, tak jarang siswa menganggap sepele bidang studi mendasar ini. Ditemui di ruangannya kemarin (6/9), Kasubbag Tata Usaha Kantor Bahasa Jambi, Yarmalus menyetujui pernyataan ini. Hal ini disebabkan kurangnya minat siswa terhadap bidang studi Bahasa Indonesia. dikatakannya, siswa-siswa jenuh dan bosan menghadapi permasalahan ejaan, tanda baca, paragraf, dan hal yang dianggap sepele lainnya.
Untuk menyiasati hal tersebut, pihak kantor bahasa baru-baru ini memberikan penyuluhan terhadap guru-guru Bahasa Indonesia di Kota Jambi. Dalam penyuluhan tersebut, guru-guru diberikan pendalaman materi lagi mengenai bentuk dan pilihan kata, metodologi penelitian, Ejaan Yang Disempurnakan (EYD), bentuk paragraf, dll. “Ada juga guru-guru yang pemahaman materinya masih kurang sempurna,” katanya. Setelah diberikan penyuluhan ini, para guru bisa menerapkannya kepada siswa di kelas.
Diakuinya, Kantor Bahasa hanya berhubungan langsung dengan guru-guru bahasa, kemudian guru-guru tersebut bertanggung jawab terhadap pemahaman siswanya di kelas. Selain materi-materi bidang studi Bahasa Indonesia yang diberikan, guru-guru juga dibekali dengan metode pengajaran agar siswa lebih tertarik dan antusias mengikuti pelajaran tersebut. Pemateri berasal dari pihak Kantor Bahasa.
Mengenai sejauh mana penggunakan bahasa Indonesia di kalangan pelajar di Provinsi Jambi, Yarmalus tidak dapat memberi gambaran. Dikatakannya, kantor bahasa tidak punya wewenang untuk menilai langsung siswa di sekolah-sekolah. Guru mempunyai otoritas sendiri serta tanggung jawab untuk mengawasi penggunaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar oleh siswanya.
Namun, Yarmalus berencena untuk mengadakan penelitian terhadap beberapa siswa tentang pemahaman mereka terhadap Bahasa Indonesia. Menurutnya, penelitian ini akan dilakukannya dengan metode kuesioner atau angket yang akan disebar di beberapa sekolah. Dalam kuesioner itu, dirinya akan memberikan pertanyaan-pertanyaan menyangkut aspek-aspek dalam bidang studi Bahasa Indonesia. “Pertanyaannya mungkin berupa penyusunan kalimat, pemakaian tanda baca, paragraf, dll,” katanya. Dengan cara itu, kantor bahasa bisa menilai seberapa jauh pemahaman pemakaian siswa-siswa sekolah terhadap Bahasa Indonesia. “Namun itu baru rencana, realisasinya kita lihat saja nanti,” tandasnya. (cr02).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar