Jumat, 17 September 2010

Rangkul Minat Baca dan Pengunjung //Perpustakaan Kota Jambi

JAMBI– Membaca adalah jendela dunia. Begitu istilah yang selama ini diturunkan dari generasi ke generasi guna meningkatkan minat baca.
Namun, istilah tersebut saat ini, sepertinya tidak lagi berpengaruh terhadap minat baca terutama anak-anak. Karena mereka disibukkan dengan permainan modern dan tontonan yang menyita perhatian.
Meski demikian, Perpustakaan Kota Jambi tetap berusaha untuk menarik kembali minat baca anak-anak yang sudah mulai pudar itu. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Badan Perpustakaan Arsip dan Dokumentasi (BPAD) Kota Jambi Jufriyono, kemarin (16/9).
Menurutnya, untuk menarik minat baca dan berkunjung, pihak BPAD mengadakan serangkaian lomba. Lomba yang digelar, yakni lomba minat baca untuk menarik anak-anak usia sekolah mulai dari TK sampai SMA. Dalam lomba minat baca itu, peserta diberikan ringkasan cerita dari sebuah novel atau buku lainnya, kemudian peserta diharuskan menceritakan kembali dengan gaya dan bahasa mereka sendiri. Namun perlombaan tersebut baru dilaksanakan untuk tingkat SD dan SMP, “Perpustakaan kita ini baru jalan satu tahun, dipastikan tahun depan tingkat TK dan SMA juga akan diadakan,” katanya.
Selain itu, upaya yang dilakukan perpustakaan yakni dengan merangkul sekolah-sekolah untuk membuat program belajar di perpustakaan. “Saya rasa cukup efektif, kami akan menfasilitasi jika mereka ingin belajar di sini,” katanya. Untuk melaksanakannya, dibutuhkan kerjasama yang baik antara perpustakaan kota dengan sekolah-sekolah yang ada di Kota Jambi.
Mengenai jumlah pengunjung perpustakaan, kata Jufriyono, setiap hari rata-rata jumlah pengunjung mencapai 60 sampai 75 orang. Menurutnya, jumlah ini sudah lebih dari cukup untuk sebuah perpustakaan yang baru beroperasi pada Januari 2010 itu. Namun pada bulan Ramadan lalu, pengunjung berkurang drastis, per hari berkisar antara 15 sampai 20 orang saja, keluhnya.
Di tempat yang sama, Kabid Pelayanan dan Pelestarian Leon Fadenan menambahkan, pengunjung cenderung bertambah dari bulan ke bulannya. Disebutkannya, perpustakaan yang buka dari pukul 7.30 sampai 15.30 itu ramai dikunjungi siswa pada pada jam ketika mereka istirahat atau pulang sekolah. “Tidak jarang juga para purnawirawan mampir ke perpus (perpustakaan) setelah mereka lari pagi,” katanya. Jadi dapat dikatakan, perpustakaan ini dikunjungi oleh semua umur.
Disamping itu, pihak perpustakaan juga menyediakan pelayanan untuk menampung saran dan kritik dari para pengunjung. Juga menampung apa saja kebutuhan buku para pengunjung. Selanjutnya, dilakukan upaya untuk mendatangkan buku-buku yang diminta oleh pengunjung. “Tentu dengan serangkaian proses-proses tertentu,” tambah Jufriyono. Buku yang tersedia di perpustakaan tersebut dikelompokkan menjadi tiga, yaitu untuk TK, SD sampai SMA, serta mahasiswa dan umum. Hal ini bertujuan untuk memudahkan pengunjung memilih buku sesuai dengan usia dan keperluannya.
Pengadaan buku biasanya memakai dana APBD, bekerjasama dengan Perpustakaan Nasional, serta Badan Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI). Sampai saat ini, jumlah buku yang tersedia adalah 2.701 judul buku baru sebanyak 13.505 eksemplar. Sedangkan untuk buku lama sebanyak 13.366 judul, sebanyak 25.541 eksemplar. Jumlah itu diakuinya masih jauh di bawah jumlah yang seharusnya disediakan oleh perpustakaan, yaitu 1 juta buku.(cr02)

Foto: Jenifer Agustia/Jambi Independent
BELUM CAPAI: Gedung Perpustakaan Arsip dan Dokumentasi (BPAD) Kota Jambi. Perpustakaan Kota Jambi, belum capai target miliki buku sebanyak 1 juta.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar