Rabu, 22 Desember 2010

15 Kepsek Se-Kota Jambi Diuji

Fit and Proper Test

KOTABARU– Sebanyak 15 calon kepala sekolah (kepsek) tingkat menengah pertama se-Kota Jambi, kemarin (22/12), diuji kelayakannya. Di hadapan tim penilai yang terdiri dari dewan pendidikan, pengawas, dan kepala bagian pendidikan menengah Dinas Pendidikan Kota Jambi, 15 orang itu berkompetisi.
Tujuan uji kelayakan alias fit and proper test itu, untuk melihat sejauh mana kemampuan para calon kepala sekolah dalam menjalankan tugasnya jika telah menjadi kepala sekolah nanti.
Kegiatan itu dibuka langsung oleh Wali Kota Jambi Bambang Priyanto. Bambang memberi penghargaan atas acara yang baru pertama kali diadakan di Kota Jambi itu. Menurutnya, uji kelayakan sangat penting dilaksanakan, untuk mengukur kualitas calon kepala sekolah.
Namun hal utama yang harus dilakukan adalah psikotes, “fit and proper test seperti ini juga merupakan salah satu syarat menjadi pemimpin, namun harus ditunjang juga dengan kondisi kejiwaannya, makanya terlebih dahulu diadakan psikotes,” ungkapnya.
Dalam acara pembukaan, tidak hanya calon kepala SMP, SMA, dan SMK yang hadir, tapi juga beberapa undangan. Seperti seluruh kepala sekolah yang ada di Kota Jambi.
Panitia menghimbau peserta untuk menggunakan in focus agar bisa dilihat oleh semua tim penilai tanpa membaca print out. Namun peserta tidak siap. Sebagian besar calon kepsek menggunakan print out yang difoto kopi dan dibagikan kepada tim penilai, “Sebaiknya jangan memakai in focus, supaya lebih mudah dilihat bersama-sama,” ungkap Jaharuddin, Kepala Bidang Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan Kota Jambi.
Kegiatan itu dilaksanakan selama dua hari, Rabu dan Kamis ini. Hari pertama diperuntukkan bagi calon kepala SMP, dan hari kedua bagi calon kepala SMA dan SMK.
Dalam penyampaian visi dan misi, kebanyakan peserta mengutamakan pembentukkan karakter siswa agar berprestasi dan beriman. Salah satu peserta, Farida Heryani memaparkan visi misinya mengenai upaya pembentukan siswa yang unggul dalam prestasi, beriman serta bertakwa. Dalam presentasinya, beberapa upaya yang akan dilakukannya setelah menjadi kepala sekolah nanti adalah meningkatkan proses belajar dengan cara mengadakan pelajaran tambahan setelah jam sekolah biasa, serta mengadakan penyeleksian terhadap siswa berprestasi.
Dikatakan, hal itu sudah dilakukan oleh pihak sekolah saat ini. Dia hanya akan melanjutkan pekerjaan tersebut agar menjadi lebih baik. Malah, dia berencana akan mengadakan pelajar tambahan khusus untuk mata pelajaran yang diuji pada Ujian Nasional, “karena UN sampai saat ini masih menjadi tolak ukur dalam dunia pendidikan,” katanya. Jika memungkinkan, dia akan mendatangkan guru-guru dari luar, termasuk untuk membina siswa-siswa berbakat di sekolah tersebut.
Calon kepala sekolah yang lain, Lili Warni, juga menyampaikan visi dan misi yang senada. Yakni, peningkatan kualitas siswa. Selain meningkatkan prestasi siswa, dia lebih fokus terhadap kesejahteraan guru. Namun ditegaskannya, bukan dalam hal materi.
“Dapat dialakukan dengan cara meningkatkan kualitas mereka. Masih ada guru-guru yang belum sarjana, diharapkan dalam waktu dekat mereka melanjutkan studi untuk mendapatkan gelar sarjana tersebut,” katanya. Selain itu, guru-guru juga akan diberikan pelatihan atau workshop sehingga SDM guru bisa lebih baik.
Setelah menyampaikan visi dan misi tersebut, peserta akan diberikan pertanyaan oleh tim penilai. Jawaban tersebut juga akan memberikan pengaruh yang cukup besar terhadap nilai mereka. (enn)

Jumat, 03 Desember 2010

Tabrak Lari, Mahasiswi STIKBA Tewas

JAMBI– Kecelakaan lalu lintas yang menyebabkan korban tewas kembali terjadi. Kali ini korbannya Syifa Fauziah (21), Mahasiswi Tingkat III, Jurusan Kebidanan, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Baiturrahim (STIKBA), Kota Jambi. Lakalantas tabrak lari ini terjadi tadi malam sekitar pukul 19.30 di Simpang Lampu Merah, Telanaipura, Kota Jambi.
Belum tahu pasti kronologis kejadiannya. Namun, diduga, Syifa Fauziah yang mengendarai sepeda motor dengan plat merah BH 5579 GZ melaju dari arah Pasar menuju Telanaipura, Kota Jambi. Tiba-tiba, sebuah truk menyenggol kendaraan yang dikemudikan Syifa Fauziah. Korban langsung kehilangan kendali dan terpental beberapa meter di jalan aspal.
Melihat, korban terkapar truk tersebut melarikan diri. Seorang polisi yang ditemui tadi malam di TKP mengaku sedang melakukan pengejaran. Namun, hingga tadi malam tidak diketahui pasti nomor polisi truk tersebut. “Pada awalnya, warga tidak berani mendekat, maupun mengejar,” kata seorang polisi, Brigadir M Hafiz. Barang bukti, berupa tas, KTP, dan barang lainnya sudah diamankan polisi.
Bersama warga, polisi langsung membawa korban ke Rumah Sakit Raden Mattaher Jambi dalam kondisi kepala mengucurkan darah. Tadi malam, jenazah korban dijaga adiknya. Sedangkan, orangtua korban masih shock melihat anaknya sudah tak bernyawa lagi. “Ibu korban sangat shock sehingga diantarkan pulang oleh Pak De korban,” ujar seseorang yang ditemui Jambi Independent tadi malam.
Kondisi motor korban tidak mengalami kerusakan serius, hanya sedikit lecet. Ibu korban sendiri adalah seorang guru di SMA 3 Kota Jambi, sedangkan ayahnya seorang pengawas di Muaro Jambi. Namun saat ini, ayah korban sedang menjalani dinas di Bogor. Hal ini dikatakan, teman dekat keluarga korban, Ima. Ima menambahkan, sampai pukul 21.00 tadi malam, ayah korban belum bisa dihubungi.
Ditemui di Luar Kamar Jenazah, Rumah Sakit Raden Mattaher Jambi beberapa teman dekat korban terlihat shock. Wulan, salah seorang teman SMA korban menyatakan duka yang mendalam terhadap kejadian yang menimpa teman masa kecilnya tersebut. “Padahal dia anak paling tua, satu-satunya cewek pula,” katanya sambil menangis. Wulan megaku sudah melihat kondisi jenazah temannya tersebut. “Gak sanggup saya melihatnya,” ujar Wulan. (enn).

Senin, 22 November 2010

The Celebration of 20 Years of Commitment

JAMBI– Puncak peringatan HUT lembaga kursus bahasa Inggris JEC English Course “The Celebration of 20 Years of Commitment”, kemarin (21/11), berlangsung meriah. Acara dihelat di gedung Badan Kerja Sama Organisasi Wanita (BKOW) Kota Jambi. Acara ini merupakan akhir dari serangkaian even yang diadakan oleh JEC selama tiga minggu terakhir.
Dalam acara puncak, JEC English Course menggelar grand final berbagai lomba yang ada. Masing-masing lomba scrabble, grammar race, singing contest, serta pemilihan superkids yang berasal dari siswa-siswa JEC English Course.
Rangkaian lomba yang digelar, akhirnya memunculkan sejumlah pemenang. Untuk kategori junior superkids, juara I diraih oleh Ryne Ferdinand, juara II Richi Owen, dan juara III Aldinur Syahdin. Sedangkan senior superkids dijuarai oleh M Rayhandi N, juara II Fabian Ommary P, serta juara III Philbert Fang.
Menurut Ketua Panitia Erwin, kategori superkids dipisahkan menjadi junior dan senior berdasarkan kelas mereka. “Yang Junior bararti kelas I, II, dan III, kalau senior kelas IV, V, VI SD,” ungkapnya.
Pemilihan superkids, kata Erwin, digelar setiap tahun, sebagai ajang memotivasi siswa untuk belajar lebih baik. Juga sebagai penghargaan atas prestasi yang didapat, JEC English Course memberikan berbagai hadiah. Antara lain berupa piagam, piala bergilir, serta beasiswa. Beberapa sponsor juga memberikan bingkisan untuk mereka.
Sementara itu, sejumlah lomba yamg digelar untuk umum, yakni scrabble, grammar race, dan singing contest. Untuk lomba scrabble tingkat SMP, juara I diraih Chrisanty, Juara II William, Juara III Willy Dikchen, serta juara IV diraih Devina. Kategori SMA dijuarai oleh Ryan, juara II Agus Bagia, juara III Winston, serta juara IV Widya.
Grammar race yang digelar untuk tingkat SMA dijuarai oleh Victor Longway, juara II Shifa Nurrahman, juara III Rendra Wijaya.
Sementara itu, singing contest, piala juara 1 dibawa pulang oleh Siti Anisa Fauzia, juara II Liven Yesuvirginia, dan Juara III Jheni Anggra Mitha.
Menariknya, dalam puncak peringatan ulang tahunnya, siswa-siswa JEC tampil dalam semua drama musikal Three Little Pigs. Dalam penampilan ini, sejumlah siswa memakai kostum yang telah disiapkan oleh panitia.
Iwan Kaslan, pemilik serta pemimpin JEC English Course, mengatakan, untuk drama musical, mereka telah dilatih dan dipersiapkan secara maksimal. “Mungkin ada yang merasa kepanasan memakai kostum babi, tumbuhan, tapi mereka fun dengan acara ini,” katanya. “Acara kita beda dengan yang lain, yang penting siswa, pengajar, serta staff semuanya fun, sehingga rasa kekeluargaan semakin kuat,” tambahnya.
Dalam kesempatan kemarin, juga dideklarasikan sebuah komunitas bahasa Inggris yang diberi nama “Jambi English Community” yang diprakarsai oleh Iwan Kaslan di bawah naungan JEC English Course. Namun, kepengurusan komunitas ini belum terbentuk. “Dalam waktu dekat akan kita bentuk kepengurusan, namun setidaknya kita telah memulai membentuk komunitas untuk memajukan pendidikan bahasa Inggris di Kota Jambi,” katanya. Kata Iwan, siapapun boleh bergabung dalam komunitas ini, tidak terbatas usia. Untuk itu, sebuah akun Facebook telah dibuat atas nama komunitas ini. “Di sana kita lihat anggotanya nanti, dan dengan komunitas ini, kedepannya akan kita adakan acara-acara yang berhubungan dengan Bahasa Inggris,” tandasnya.(cr02)
Foto: Jennifer Agustia/Jambi Independent
GRANDFINAL: Panitia dan pengajar JEC English Course serta undangan yang hadir pada puncak acara. Dalam kesempatan itu juga dibentuk sebuah komunitas bahasa Inggris.

Jumat, 19 November 2010

Tidak Bisa Lunasi Angsuran //Komputer Sekolah Ditarik

JENNIFER AGUSTIA, Jambi
KASUS penarikan komputer di sekolah terjadi lagi. Kali ini terjadi di SMPN 25 di Kebun Kopi Kota Jambi. Sebelumnya, kasus serupa juga dialami oleh SMPN 3 dan SMP 14 Kota Jambi.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMPN 25 Kota Jambi Lismiyati, kemarin (19/11), mengatakan, sebanyak 13 unit komputer dari 20 komputer yang tersedia diambil oleh pihak ketiga, Sabtu (13/11) lalu. Alasannya karena tidak melunasi biaya pembelian komputer selama tiga tahun.
Kini, kata Lismiyati, pihaknya sedang membuat berita acara kasus tersebut dan juga surat laporan. Rencananya, Senin, 22 November, akan segera mengirimkan laporan ke Dinas Pendidikan Kota Jambi. Lambatnya mereka membuat laporan, karena harus menunggu tanda tangan dari ketua komite sekolah. “Ketua komite kita kerja di Tungkal, jadi sekali seminggu baru dia ke Jambi, Sabtu biasanya dia balik, sedangkan kepala sekolah belum berani ngasih tanda tangan kalau belum ada tanda tangan dari ketua komite,” ungkap salah seorang pegawai tata usaha di sekolah tersebut.
Sebenarnya, kata Lismiyati, isu penarikan sudah ada sejak satu tahun belakangan. Namun dengan berbagai cara serta perundingan dengan pihak ketiga, eksekusi penarikan bisa diundur. Selama ini, katanya, angsuran pembayaran pembelian komputer tersebut dibayar dengan iuran masing-masing siswa sebesar Rp 17.500 per bulan. “Namun, itu sebelum ada larangan dari wali kota, setelah adanya larangan mengambil pungutan dari siswa, kami jadi kewalahan melunasinya,” ungkapnya.
Sementara itu, Guru TIK SMPN 25 Kota Jambi Misrukiah, mengungkapkan rasa kecewaanya terhadap kasus ini. “Bagaimana siswa bisa tahu teknologi informasi kalau kejadiannya begini, tujuh unit komputer yang tersisa dipakai bersama,” ungkapnya.
Sebelum penarikan komputer, katanya, siswa harus dipisah belajar, karena keterbatasan komputer, yang hanya ada 20 unit. Kini keadaannya tentu semakin sulit, belajar hanya dengan tujuh unit komputer.
Diakuinya, melihat komputer-komputer tersebut ditarik pihak ketiga, siswanya sangat kecewa. “Mereka sedih dan terpukul, bagaimana tidak, selama ini mereka pakai komputer-komputer itu, sekarang cuma tinggal beberapa,” ungkapnya.
Setelah kejadian ini, siswa terpaksa harus mempergunakan satu komputer untuk lima orang. Diakui Misrukiah, metode seperti itu jelas sangat tidak efektif, karena waktu belajar akan lebih lama, sedangan materi yang diberikan berkurang. “Mereka harus gantian pake komputer, kita harus bimbing mereka satu per satu, kalau tidak seperti itu, yang pandai makin pandai, yang belum bisa malah nggak ada kemajuan, karena pasti mereka mengandalkan yang pandai saja,” keluhnya.
Saat ini, siswa SMPN 25 Kota Jambi sedang menjalani ujian praktek TIK, sehingga mereka kesulitan mengerjakan soal-soal ujian, karena efisiensi waktu. “Kalau ujian kan harus satu komputer untuk satu siswa, sekarang mereka harus giliran. Waktu ujian pasti molor,” ungkapnya.
Kekecewaan penarikan komputer sekolahnya itu, diungkapkan langsung oleh Septi siswa SMPN 25 Kota Jambi. Kata Septi, dia sempat mengungkapkan protesnya kepada pihak ketiga yang menarik komputer, “Tapi dak digubris, mereka (pihak ketiga, red) tega nian,” protesnya.
Ketika dikonfirmasi terkait kasus di atas, Kepala Dinas Pendidikan Kota Jambi A Syihabuddin mengaku belum tahu dengan kasus ini. Diakuinya pihak sekolah belum melapor. “Mungkin karena berhubungan dengan komite, jadi mereka belum melapor,” ungkapnya.
Untuk itu, dia menghimbau agar pihak SMPN 25 Kota Jambi segera membuat laporan. Dengan demikian, kata Syihabuddin, dinas bisa mengambil tindakan.
Ditambahkannya, pada tahun 2011 nanti, Dinas Pendidikan Kota Jambi akan mengusulkan kepada Pemkot Jambi, agar mengalokasikan sebagian dana APBD untuk pengadaan komputer di sekolah-yang ada di Kota Jambi. “Agar tidak terjadi lagi kasus seperti ini, karena pelajaran komputer saat ini telah menjadi mata pelajaran wajib,” katanya.(*)

Foto: Jennifer Agustia, Jambi
SISA: Suasana ruang TIK SMPN 25 Kota Jambi. Dari 20 unit komputer yang ada kini hanya tersisa tujuh unit komputer. Sebanyak 13 unit komputer telah ditarik pihak ketiga karena dinilai manajemen sekolah tidak dapat melunasi angsuran.

Senin, 15 November 2010

Soal Bikini, Nadine Maklum

Kunjungan Putri
Indonesia 2010 ke
Jambi Independent

JENNIFER AGUSTIA

THEHOK–Putri Indonesia 2010 Nadine Alexandra Dewi Ames, kemarin (15/11), berkunjung ke Kota Jambi. Kunjungannya terkait kegiatan Nadine sebagai Putri Indonesia untuk menghadiri acara fashion show serta industri kreatif di Kota Jambi yang akan diadakan pada Senin malam. Dalam kunjungannya, Nadine menyempatkan diri singgah ke Graha Pena Jambi Independent, Thehok.
Nadine menyatakan kegembiraannya berkunjung ke Jambi. Ini kali pertama dia singgah ke Provinsi Jambi. Selain itu, yang membuatnya senang adalah kondisi jalan raya yang lancar serta masih banyaknya gedung-gedung tua di tepi jalan. “Kalau di Jakarta, pagi-pagi sudah emosi karena macet, polusi, juga mal-mal banyak sekali. Kalau di sini aman-aman saja tuh,” ungkapnya.
Kontroversi mengenai dirinya menjadi perbincangan dalam kunjungan Nadine ke Graha Pena. Untuk diketahui, banyak pihak meragukan keberhasilannya menyabet gelar Putri Indonesia. Banyak desas-desus di masyarakat, Nadine disebut-sebut merupakan Putri Indonesia “titipan”. Pasalnya, Nadine diisukan memiliki hubungan keluarga dengan Mooryati Sudibyo, Panitia Penyelenggara Pemilihan Putri Indonesia (PPI) serta bos Mutika Ratu.
“Melalui Jambi Independent, saya mau klarifikasi lagi, tidak ada hubungan keluarga dengan Ibu Mur (Mooryati Sudibyo, red), tapi kami memang sama-sama dari Solo. Gak semua orang Solo punya hubungan kekeluargaan dong. Lagian, kalau ada hubungan keluarga, pasti saya dapat produk (Mustika Ratu) gratis terus,” katanya.
Selain itu, dirinya juga menyebutkan, dengan kemenangannya di ajang Pemilihan Putri Indonesia berarti dirinya akan melaju ke Miss Universe. Setiap tahun, Miss Universe sering disorot karena pada satu sesi, peserta diharuskan memakai pakaian bikini (busana pantai).
Untuk hal ini, Nadine merasa maklum akan adanya pro dan kontra tersebut, “di Indonesia dengan budaya yang beraneka ragam, saya maklum dengan hal itu. Namun, dalam ajang Miss Universe saya akan memakai bikini one piece (satu potong),” ungkapnya.
Mengenai kapasitasnya sebagai putri Indonesia yang baru, Nadine mengaku ada tanggung jawab besar yang sedang diembannya. Tanggung jawab terbesar adalah ketika dirinya menjadi image Indonesia, serta, mau tidak mau menjadi role model bagi generasi muda Indonesia.
“Kalau dulu, perhatian saya hanya pada kuliah, dan bisa bertindak semaunya, saat ini tidak bisa. Karena apapun yang saya lakukan pastinya menjadi sorotan, dan sedikit banyaknya akan mempengaruhi citra Indonesia,” ungkap Nadine.
Selain tanggung jawab itu, sebagai Putri Indonesia, Nadine bertanggung jawab untuk mengampanyekan pariwisata yang ada di Indonesia. Juga, kampanye antinarkoba yang selalu menjadi tugas rutin Putri Indonesia. “Saat ini saya sedang mengemban tugas kampanye pelestarian Orang Utan, karena seperti yang kita tahu, dua puluh lima tahun yang akan datang, Orang Utan diprediksi akan punah. Sedangkan di mata dunia, Orang Utan adalah image-nya Indonesia,” kata Nadine.
Dikatakan, dalam tugas tersebut, dirinya harus mengampanyekan bahaya illegal logging (pembalakan liar) yang merupakan penyebab kelangkaan Orang Utan saat ini. Dengan kapasitasnya tersebut, Nadine berharap dapat mengajak generasi muda agar sadar dan memelihara lingkungannya mulai dari sekarang.
“Banyak hal yang harus dipertimbangkan, jangan cuma bisa nebang pohon trus dijual demi keuntungan pribadi, kita juga harus sadar bahwa ada makhluk lain yang hidup di hutan-hutan tersebut,” tandasnya.
Untuk diketahui, ajang Pemilihan Putri Indonesia (PPI), merupakan salah satu even bergengsi yang diadakan tiap tahun di seluruh Indonesia. Di lokal, Provinsi Jambi, yang dipercaya mengadakan even itu adalah Harian Pagi Jambi Independent. Tahun 2010 ini, Jambi Independent berhasil membawa Grace Gabriella Binowo, sebagai finalis PPI 2010 utusan Provinsi Jambi. Dan Grace, sukses melaju ke babak 5 (lima) besar.(

Jumat, 05 November 2010

Doa Untuk Indonesia

Oleh Pelajar SMPN 18 Kota Jambi
JENNIFER AGUSTIA, Jambi
BERBAGAI musibah dan bencana alam yang terjadi, mengusik nurani manajemen dan pelajar SMPN 18 Kota Jambi. Untuk itu mereka menggelar salat gaib untuk semua korban meninggal pada bencana yang terjadi di Indonesia. Khususnya korban tsunami Mentawai, letusan gunung Merapi Jogja, serta korban Wasior, Papua.
Kepala SMPN 18 Kota Jambi, Nanang Sunarya mengatakan dengan salat yang digelar, “Kami doakan korban yang meninggal agar diterima disisi Tuhan YME, dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan,” ujarnya kemarin (5/11).
Selain itu, melalui kegiatan tersebut, Nanang berharap dapat memberikan edukasi spiritual kepada siswanya sehingga memiliki kepekaan rasa dalam menyikapi persoalan sosial yang terjadi di Indonesia. “Salat gaib ini, kami harap juga dapat memperkuat karakter mereka sebagai generasi muda,” ungkap Nanang.
Salat diikuti sebanyak 550 siswa SMPN 18 Kota Jambi, yang digelar di lapangan sekolah tersebut.
Usai salat, kegiatan dilanjutkan tahlil singkat, dan doa bersama.
Dikatakan Nanang, salat gaib seperti ini, sudah dua kali dilaksanakan, yang pertama ketika bencana tsunami melanda Nangroe Aceh Darussalam, dan yang kedua bencana yang melanda Mentawai, Jogja, dan Papua ini. “Waktu gempa Padang kita hanya mengumpulkan donasi, kita salurkan kesana,” ungkapnya. Untuk kali ini, juga disalurkan donasi, diakuinya, Senin (1/11) sudah dikumpulkan dan segera disalurkan.
Disebutkannya, setiap Jumat, siswanya rutin mengadakan kegiatan keagamaan. Setiap minggunya, sebelum memulai pelajaran, diadakan yasinan serta tausiah. Kegiatan tersebut diisi oleh guru-guru dan siswa secara bergantian. “Bahkan, kami juga mendatangkan narasumber, jika memungkinkan,” ungkapnya.
Ke depan pihaknya berencana akan melaksanakan salat dhuha rutin setiap minggu. “Namun sholat dhuha ini kan pribadi, tidak bisa berjamaah, takut pelaksanaannya tidak lancar,” ungkapnya. (*)

Rabu, 03 November 2010

WOMEN TRAFFICKING IN INDIA

AZAD INDIA FOUNDATION
An Organization Committed to the Over all Development of Rural India

Girl and Women Trafficking in India
http://www.azadindia.org/social-issues/WomenTrafficking-in-India.html
Trafficking is defined as a trade in something that should not be traded in for various social, economic or political reasons.Thus we have terms like drug trafficking, arms trafficking and human trafficking. The concept of human trafficking refers to the criminal practice of exploiting human beings by treating them like commodities for profit. Even after being trafficked victims are subjected to long term exploitation. The crime of trafficking manifests itself through the following
According to a recent survey women are bought and sold with impunity and trafficked at will to other countries from different parts of India. These girls and women are sourced from Dindigal, Madurai, Tiruchirapalli, and Chengalpattu in TamilNadu, Gaya, Kishanganj, Patna, Katihar, Purnea, Araria and Madhubani from Bihar, Murshidabad and 24 Parganas in West Bengal, Maharajgunj from UP, Dholpur, Alwar, Tonk from Rajasthan, Mangalore, and Gulbarga and Raichur from Karnataka. These women and girls are supplied to Thailand, Kenya, South Africa and Middle East countries like Bahrin, Dubai, Oman, Britain, South Korea and Philippines. They are forced to work as sex workers undergoing severe exploitation and abuse. These women are the most vulnerable group in contracting HIV infection. Due to unrelenting poverty and lack of unemployment opportunities there is an increase in the voluntary entry of women into sex work.
Trafficking both for commercial sexual exploitation and for non-sex based exploitation is a transnational and complex challenge as it is an organized criminal activity, an extreme form of human rights violation and an issue of economic empowerment and social justice. The trafficking of women and children causes untold miseries as it violates the rights and dignity of the individual in several ways. It violates the individual's rights to life, dignity, security, privacy, health, education and redressal of grievances.
Methods and strategies of prevention
The UN's Protocol contains a number of provisions aimed at preventing trafficking. State parties are required to establish policies, programmes and other measures aimed at preventing trafficking and protecting trafficked persons from re-victimization. The existence of vulnerable situations of inequality and injustice coupled with the exploitation of the victim's circumstances by the traffickers and others cause untold harm to the trafficked victim who faces a multiplicity of rights violations. Therefore policies, programmes and strategies that address prevention have to be unique with a focus on and an orientation towards all these issues. Accordingly the prevention of trafficking needs to be addressed not only in relation to the source areas but also in the demand areas the transit points and the trafficking routes. Strategies in all these areas have to be oriented towards the specific characteristics of the situation and the target groups.
• The best method of prevention is its integration it with prosecution and protection. Prosecution includes several tasks like the identification of the traffickers bringing them to the book, confiscating their illegal assets. Protection of the trafficked victim includes all steps towards the redressal of their grievances thus helping the victim survive, rehabilitate and establish herself/himself. Thus prosecution and protection contribute to prevention.
• The strategies should address the issues of livelihood options and opportunities by focusing on efforts to eradicate poverty, illiteracy etc.There should be special packages for women and children in those communities where entry into CSE may be perceived as the only available option. Education and other services should be oriented towards capacity building and the consequent empowerment of vulnerable groups.
• Gender discrimination and patriarchal mindset are important constituents and catalysts of the vulnerability of women and girl children. This manifests itself in several serious violations of women's rights such as high incidence of female foeticide and infanticide and the discrimination against women in healthcare, education and employment. Since these are vulnerability factors that trigger trafficking prevention strategies need to be oriented accordingly.
• Natural calamities and manmade disturbances do exacerbate the vulnerability situation. Therefore relief and aftercare programmes need to have specific components focused on the rights of women and children.
• At the micro level the prevention of trafficking in the source areas requires a working partnership between the police and NGOs.Public awareness campaigns and community participation are key to prevention programmes.Prevention is best achieved by community policing.
• Political will is an essential requirement to combat trafficking.
• Creating legal awareness is one of the most important functions of any social action programme because without legal awareness it is not possible to promote any real social activism. Legal awareness empowers people by making them aware of their rights, and can work towards strengthening them to develop zero tolerance towards abuse and exploitation.
• Immigration officials at the borders need to be sensitized so that they can network with the police as well as with NGOs working on preventing trafficking.
• Help lines and help booths are very important for providing timely help to any person in distress. The Ministry of Social Justice and Empowerment is considering collaboration between government agencies and NGOs for setting up help lines and help booths that can provide timely assistance to child victims. It will be appropriate if the Child lines all over India, NGOs working on child rights, missing person bureaus and police help lines are linked together as a formidable tool against trafficking.

Jumlah PSK Pucuk Merosot Tajam

Dibandingkan Pendataan
6 Tahun Silam

JENIFER AGUSTIA, Kotabaru

Dibandingkan dengan hasil pendataan pada 2004 lalu, jumlah pekerja seks komersial (PSK) di lokalisasi Payosigadung pada 2010 ini merosot tajam.
“Enam tahun silam, jumlahnya masih sekitar 750 orang, namun kini hanya tinggal 332 orang saja,” kata Zulkarnain, Kasi Trantib Kecamatan Kotabaru, kemarin (2/11).
Dijelaskan, angka penurunan jumlah PSK di kawasan RT 05 Kelurahan Rawasari itu didapatkan berdasarkan pendataan oleh pihak Kecamatan Kotabaru, yang dilakukan selama tiga hari sejak 25 Oktober lalu, dengan mendatangi satu persatu rumah-rumah bordir yang ada di tempat itu.
Ditengarai, merosotnya jumlah PSK di lokalisasi terbesar di Provinsi Jambi itu karena sepinya pengunjung, yang merupakan imbas dari ditutupnya sejumlah sawmil dan pabrik pengolahan kayu (balok) di Jambi.
“Dulu yang sering kencan kemari, adalah para pekerja kayu dan toke balok. Sabtu dan Minggu, mereka pasti datang, dan pasti ramai,” ujar salah seorang PSK yang ditanya usai didata pihak kecamatan, minggu lalu.
Selain itu, maraknya peredaran narkoba di Jambi juga menjadi penyebab utama sepinya kawasan tersebut. Sebab, terang Zulkarnain, perhatian pengguna narkoba lebih tertuju kepada obat-obatan yang mereka konsumsi, bukan pada PSK.
Dari 332 “anak asuh” yang tersebar di sepuluh gang lokalisasi itu, seluruhnya dikuasai oleh sekitar 83 orang germo, yang disebut ibu/bapak asuh.
Setiap ibu/bapak asuh, memiliki sejumlah anak asuh yang jumlahnya tidak merata. Ada yang mempunyai 10 hingga 15, namun ada juga yang hanya memiliki datu orang anak asuh.
Berdasarkan data terakhir, PSK paling muda adalah perempuan kelahiran 1991, sedangkan yang paling senior, kelahiran 1967.
“Hasil pendataan PSK di lokalisasi tersebut akan kami serahkan kepada Gubernur Jambi, pada 10 November mendatang. Dan selanjutnya kami tidak mengetahui apa yang akan dilakukan oleh pemerintah. Tugas kami hanya mendata,” pungkasnya.

Sabtu, 30 Oktober 2010

Sempat Tidak Mendapat Dukungan Orang Tua

SIAPA bilang memiliki kebutuhan khusus merupakan suatu hal yang memalukan. Bahkan mungkin ada yang berpendapat harus ditutupi.
Sekarang, anak dengan kebutuhan khusus telah mendapatkan tempat khusus pula di tengah masyarakat, bahkan banyak di antara mereka menunjukkan bahwa mereka adalah anak-anak istimewa dengan bakat yang istimewa pula.
Sobat Xpresi, bisa kenalan dengan M. Hilal Hamdi. Bocah sepuluh tahun yang punya prestasi yang patut dibanggakan. Selama sepuluh tahun kehidupannya, dia menjalani dunia sebagai anak berkebutuhan khusus.
Aldi, begitu ia dipanggil, anak penyandang autisme ini mampu membuktikan bahwa autis bukan halangan untuk menorehkan prestasi yang dapat membanggakan orang tua, guru, serta lingkungan sekitarnya. Dengan bakat yang ia miliki di bidang tarik suara, dia membuka mata masyarakat bahwa dirinya dan penyandang autism lainnya mampu bersaing sama dengan anak-anak normal lainnya.
Hal ini dibuktikan Aldi dengan menjadi Juara Harapan I dalam acara Konser Musik Yamaha di WTC Batanghari pada Februari 2010 lalu.
Sekilas barangkali menjadi juara harapan I bukanlah hal yang terlalu dibanggakan. Namun bagi keluarga serta guru Aldi, hal tersebut merupakan prestasi yang dapat membuat mereka terharu. Bagaimana tidak, dari sekian banyak peserta yang mengikuti lomba tersebut, hanya Aldi-lah satu-satunya peserta berkebutuhan khusus. Hal ini dijelaskan langsung oleh kepala sekolah Kiddy Autism Centre, tempat ia bersekolah. “Peserta yang lain adalah anak-anak normal,” katanya.
Bakat Aldi dalam bidang tarik suara sudah terlihat sejak lama, semenjak dirinya masuk ke Kiddy Autism Centre, dimana para siswanya dilatih ketrampilan dan seni. Nah, di bidang seni inilah Aldi sanggup latihan berlama-lama, “Dia juga mau nyanyi sendiri, padahal jam latihan nyanyi sudah selesai,” kata Abdullah. Apalagi, katanya, Aldi senang sekali dengan lagu-lagu yang berirama sendu. “Seperti ST12, Kangen Band, dan sejenisnya,” katanya. Bakat yang dimilikinya ini telah membawa Aldi menjadi sosok yang tak lagi ragu untuk tampil. Meskipun kebiasaannya memelintir-lintirkan tangannya di atas panggung masih sering terlihat, namun menurut Abdullah, hal tersebut wajar dilakukan oleh para penyandang autis.
Tidak hanya menjadi juara harapan I tersebut, pada bulan Desember mendatang, Aldi akan mewakili anak-anak penyandang cacat di pulau Sumatera untuk menghadiri Workshop Talenta Anak Berkebutuhan Khusus di Jakarta dalam rangka Pameran Hasil Karya dan Workshop Anak Berkebutuhan Khusus. Hal ini tentu juga sangat membanggakan, karena dari sekian banyak anak-anak berkebutuhan khusus di pulau Sumatera, Aldi terpilih menjadi satu-satunya anak yang ikut dalam workshop tersebut.
Terpilihnya Aldi sebagai wakil Sumatera bukan tanpa seleksi. Ada dua tahap penyeleksian yang harus dilakukan, yang pertama adalah seleksi bakat. Dengan mengirimkan demo suara Aldi ke Jakarta, kemudian melakukan wawancara dengan panitia yang mendatangi langsung Aldi ke Kota Jambi. “Alhamdulillah, Aldi terpilih menjadi satu-satunya anak berkebutuhan khusus yang mewakili Sumatera,” kata Abdullah.
Akan tetapi, pada awalnya, bakat Aldi ini tidak terlalu diasah oleh orang tuanya. Anak ketiga dari tiga bersaudara ini pada awalnya mengikuti kegiatan bernyanyi di luar Kiddy tanpa sepengetahuan orang tuanya, “kita lakukan diam-diam dulu,” kata Abdullah. Karena, dikatakannya, orang tua Aldi menginginkan anaknya ini berprestasi di bidang akademik. “Persiapan dia ikut Konser Musik Yamaha itu pun kita lakukan secara diam-diam, tapi pas hari H nya, orang tua Aldi kita kasih tau,” ungkap Abdullah. Sejak saat itu, diaakuinya, orang tua Aldi sangat mendukung bakat anaknya ini.
Sebelum mengikuti lomba untuk pertama kalinya di WTC Batnghari tersebut, Aldi kerap mengisi acara-acara organ tunggal. Biasanya di acara pernikahan, ulang tahun, dan para penonton tidak mengira bahwa Aldi adalah penyandang autis. Namun kendala yang harus dihadapi orang-orang di sekitarnya adalah untuk menjaga perhatian Aldi agar tetap fokus. Namun, meskipun dia bernyanyi tanpa ekspresi, kata Abdullah, suaranya tetap stabil. “Kita tetap latih dia, supaya kebiasaannya melintir-lintirkan tangan dikurangi, serta supaya perhatiannya lebih fokus lagi,” tandas Abdullah.

Jumat, 15 Oktober 2010

RELA BAWA RANSEL

PKS Ekspo bekerjasama dengan FLP (forum lingkar pena) wilayah Jambi, mengundang penulis novel sekaligus penulis cerpen Asma nadia. Acara satu hari yang digelar di museum negeri Jambi kemarin (14/10) mendapat antusias dari para pelajar, mahasiswa, bahkan kalangan umum. Agenda acara yang diusung adalah jumpa penulis dan bedah film Emak ingin naik haji karya Asma nadia.

Tomy(23), ketua panitia acara,kemarin (14/10), menjelaskan, peserta yang hadir mencapai 355 peserta, dan memang pesertanya terbatas. Saat ditanya mengapa Asma nadia yang diundang oleh FLP, tomy mengatakan bahwa Asma nadia sendiri merupakan salah satu penulis yang bergabung dengan FLP (forum lingkar pena). “otomatis koneksinya cepat” jelasnya. Acara ini bertujuan untuk memperkenalkan kepada masyarakat bahwa begitu banyak manfaat menulis, dan terlebih lagi karya tersebut bisa diadaptasi menjadi film.

Selain itu Asma nadia yang merupakan penulis cerpen Emak ingin naik haji mengatakan, bahwa tema dari cerpen ini adalah tentang perjuangan seseorang dalam mencapai mimpi.” Cerpen ini dapat dibaca oleh siapapun dan bersifat universal” jelasnya.

Dari 40 lebih karya yang ditelurkannya ada 2 buah karya ibu dua anak ini yang diangkat menjadi sebuah film, antara lain Emak ingin naik haji yang filmnya sudah lama beredar di bioskop seluruh Indonesia. Dan yang kedua adalah Rumah tanpa jendela yang diadaptasi dari cerpen Jendela rara. ”saat ini masih dalam proses pembuatan, insya allah akan dilaunching pada bulan desember atau awal januari” tambahnya.

Istri dari penulis Isa alamsyah ini mengatakan bahwa royalti yang didapat dari hasil penjualan cerpen Emak ingin naik haji ini digunakan untuk sosial kemanusiaan untuk membiayai berangkat umroh bagi masyarakat yang kurang mampu.
Sejauh ini Asma nadia sendiri telah mendirikan 26 rumah baca diberbagai tempat, diantaranya rumah baca yang didirikan di Bintan Riau, Perpustakaan duafa,dan perpustakaan Asma nadia yang didirikan di tenggarong dan samarinda. Taman baca ini didirikan memang untuk misi sosial.

Sejauh ini film garapan sutradara Aditya Gumay yang diangkat dari cerpen karya Asma nadia mendapat respon yang baik. Terlebih lagi film ini dapat dinikmati dari kalangan mana saja dan tak terbatas umurnya.

Terbesit kisah menarik dibalik kedatangan Asma nadia sebagai pembicara dalam jumpa penulis dan bedah film Emak ingin naik haji kemarin. Elis (28)merupakan penggemar karya tulisan Asma nadia dari 11 tahun yang lalu, ia sengaja menjadi pendaftar pertama. Untuk menunjukkan kecintaannya terhadap karya Asma nadia. Ia rela membawa tas ransel besar yang berisi 20 lebih judul buku karya Asma nadia. Diakuinya alasan ia menyukai tulisan Asma nadia adalah karena cerita yang diusung dekat dengan keseharian, sangat menyentuh, dan tidak menggurui. Tampak pancaran bahagia dari muka wanita berjilbab itu. “selama ini saya dengan mbak Asma hanya surat-suratan, tetapi waktu pertama kali saya di telepon mbak Asma saya sangat terkejut, serasa tidak percaya bahwa yang menelpon adalah mbak Asma, dan sekarang dapat bertatap muka langsung dengan mbak Asma” bebernya

Selasa, 12 Oktober 2010

PSPD Unja Segera Menjadi Fakultas

JAMBI – Program Studi Pendidikan Dokter (PSPD) Universitas Jambi dalam waktu dekat akan berubah status menjadi sebuah Fakultas. Demikian disampaikan oleh Ketua Program Studi Pendidikan Dokter Unja, dr. Charles Apul Simanjuntak. SpOT(K)., M.Pd. kemarin (12/10). Dalam perubahan status dari program studi menjadi fakultas ini harus melalui serangkaian proses, namun yang penting, diakatakannya, harus terakreditasi terlebih dahulu.
Proses pengakreditasian program studi ini baru saja dilaksanakan pada tanggal 17 Juli 2010 lalu, dan dikatakan Charles, hasilnya sampai saat ini belum keluar. “Tapi kemungkinan besar bulan Oktober ini kita akan dapatkan nilai akreditasi,” katanya. Program studi yang baru berdiri pada pertengahan 2005 ini baru bisa dinilai pada tahun 2010, karena baru meluluskan mahasiswanya pada tahun 2009. “Syarat akreditasi itu kan harus meluluskan mahasiswa dulu, kalau belum ada yang wisuda, penilaian akreditasi tidak bisa dilaksanakan,” ungkapnya.
Memang, Program Studi ini baru dua kali mewisuda mahasiswa-mahasiswanya yakni pada April 2009 dan September 2010, para wisudawan ini baru bergelar Sarjana Kedokteran, jadi belum berhasil mencetak dokter. “Kan mereka harus KOAS dulu selama kurang lebih dua tahun, baru setelah itu mendapatkan gelar dokter,” ungkapnya. Ada 30 Sarjana Kedokteran Unja yang sedang KOAS di Rumah Sakit Umum Raden Mattaher Jambi, dan dinyatakan Charles, akan menyusul 11 orang lainnya.
Saat ini, ada 72 mahasiswa baru yang akan memulai perkuliaahnannya di PSPD. Dari 80 orang yang dinyataakan lulus melalui tiga jenis tes penyaringan, yakni Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negri (SNMPTN), Ujian Masuk Bersama (UMB) di 11 Universitas di Indonesia, dan tes Mandiri yang diadakan oleh Universitas Jambi sendiri, delapan orang mengundurkan diri. “Ada berbagai alasan mereka mengundurkan diri, yang jelas pada akhirnya mereka tidak melaksanakan registrasi ulang,” kata Charles. Perkuliahan baru akan dimulai Senin (18/10) mendatang.
Untuk mewujudkan visinya menghasilkan lulusan dokter ayang berkualitas, kompetitif, mandiri, serta bertanggung jawab, pihak kampus menerapkan peraturan yang ketat terhadap semua mahasiswanya. PSPD menerapkan sistem Drop Out (DO) bagi mahasiswanya yang tidak mencapai target minimal IP. Indeks Prestasi (IP) minimal yang harus didapat mahasiswa adalah 2. Tentu saja dengan memberikan surat peringatan terlebih dahulu. Jika di semester 2 mereka mendapatkan IP dibawah 2, maka akan diberikan Surat Peringatan (SP) 1, begitu seterusnya hingga semester 4. “Jika semester 4 masih belum ada perbaikan, mereka positif DO,” Ungkapnya.
Saat ini, ada dua mahasiswa yang siap di DO, keduanya tengah duduk di semester 5. “Kita sudah kasih kesempatan, tapi mereka tidak mempergunakannya dengan bijak, Surat Keputusan (SK) DO sudah keluar, tinggal nunggu eksekusi,” ungkap Charles. Tujuan lain dari sistem DO ini adalah menunbuhkan kepercayaan masyarakat, bahwa lulusan PSPD Unja ini benar-benar berkompeten menjadi seorang dokter “Ini juga menyangkut hidup orang banyak, tidak mungkin kita luluskan orang-orang yang tidak mampu di bidangnya,” katanya.
Ketika ditanyakan mengenai fakultas yang menaungi PSPD ini sebelumnya, Charles mengatakan bahwa Program studi ini berdiri sendiri, tidak ada fakultas diatasnya. “Kita langsung dibawah Rektor,” katanya. Namun dirinya yakin, tahun ini segala urusan dapat terselesaikan sehingga penggantian status menjadi fakultas dapat terlaksana. (cr02).

Pentingnya Bahasa Mandarin

JAMBI – Menguasai bahasa asing merupakan suatu nilai tambah seseorang dalam meraih berbagai macam kesempatan. Pencari kerja, serta calon mahasiswa di tuntut untuk menguasai bahasa lain selain Bahasa Persatuan Bahasa Indonesia. Bahasa Inggris menjadi suatu tolak ukur perusahaan-perusahaan serta universitas-universitas dalam penerimaan karyawan dan mahasiswa baru. Biasanya kemampuan berbahasa Inggrias diukur melalui sebuah TOEFL.
Namun seiring dengan perkembangan jaman, masyarakat semakin ingin tau serta berambisi menguasai berbagai macam bahasa asing untuk alasan yang berbeda-beda. Nilai tambah yang dimiliki seseorang dengan menguasai berbagai macam bahasa mampu mengantarnya kejenjang kesuksesan. Saat ini, salah satu bahasa asing yang banyak diminati adalah Mandarin, berkaitan dengan pesatnya perkembangan ekonomi negara China. Hal ini memungkinkan terbukanya peluang untuk berkarier di Negara tersebut atau paling tidak diperusahaan-perusahaan China.
Untuk itu, pengenalan bahasa Mandarin sebaiknya dilakukan sejak dini kepada anak-anak. Salah satunya Chetoz, Chinese Course yang berlokasi di Thehok. Menurut Michael, salah satu pimpinan lembaga ini kemarin (12/10), di Jambi belum banyak yang membuka kursus mandarin, tapi di Jakarta, hampir setiap sekolah telah menerapkan Bahasa Mandarin sebagai mata pelajaran tetapnya.
Namun yang disayangkan Michael, belum ada kurikulum tetap Bahasa Mandarin dari pemerintah. Sehingga pihaknya berpatokan dari kurikulum yang digunakan Negara Singapore. “Jadi setiap tahun kita mesti update materi, karena bahasa ini berevolusi dari masa ke masa,” katanya. Diungkapkannya, bahasa Mandarin sama dengan bahasa-bahasa lainnya, akan ada perubahan terus menerus, penambahan kata-kata baru, dan sebagainya. “Kalau Bahasa Indonesia kita punya EYD, mandarin juga seperti itu,” ungkapnya.
Di lembaga yang dipimpinnya ini, dimulai dari usia 2 tahun yang digolongkan ke dalam play group sampai ke tingkat SMP, sudah diberikan kursus berbahasa mandarin. Sistemnya tentu saja berbeda antara play group dan tingkat sekolah. Dikatakannya, anak-anak plaqy group dibimbing untuk dapat berintegrasi dengan lingkungan luar, dengan memakai bahasa mandarin. Selain itu, anak-anak ini juga diperkenalankan kepada benda-benda dengan menggunakan bahasa Mandari tersebut, “Sama seperti play group lainnya, hanya kita gunakan bahasa mandarin,” ungkapnya. Sedangkan untuk siswa-siswa sekolah umum, diberikan buku yang dirangkum sendiri oleh Chetoz, dengan merujuk ke kurikulum Singapore.
Dalam wawancara dengan Jambi Independent ini, Michel juga memberikan sedikit pengetahuan tentang Bahasa Mandarin. Dikatakannya, bahasa Mandarin tidak mengenal abjad, melainkan kata. Satu kata digabungkan dengan kata lain, maka akan dihasilkan kata baru dengan arti yang berbeda. Kemampuan berbahasa mandarin seseorang ditentukan dengan seberapa banyak dirinya menguasai kata-kata tersebut. “Untuk berkomunikasi sehari-hari saja, minimal harus menguasai 5000 kata,” ungkapnya. Untuk ukuran mahasiswa, paling tidak harus menguasai 30.000 kata. “Uji kemampuan berbahasa mandarin biasanya dengan mengarang, disana dapat kita lihat seberapa jauh kemampuan berbahasa mandarinnya,” tandas Michael. (CR02).

Senin, 11 Oktober 2010

Kesal Indonesia Kalah

THEHOK-Masyarakat Jambi, khususnya para pengunjung Jambi Prima Mall (JPM), kemarin (10/10), kedatangan artis ibu kota. Caring Colour Martha Tilaar, sebuah produk kosmetik mengadakan road show untuk promosi produk-produknya di JPM. Untuk itu, Caring Colour mendatangkan brand ambassodor-nya yang baru, yakni Arumi Bachsin. Acara ini digelar di Lantai 1 Trona.
Menurut pihak Caring Colour, Grace, Arumi satu tahun mendatang menjadi brand ambassador (duta merek) Caring Colour. Diakui Grace, tahun lalu pihaknya tidak memakai selebriti, hanya memilih masyarakat umum dalam sebuah penilaian untuk menjadi duta. Namun, kebijakan perusahaan tahun ini memakai seorang public figure yang sudah dikenal di kalangan masyarakat Indonesia, membuat Arumi terpilih sebagai ikon baru.

Ditemui di Hotel Cosmo, tempatnya berehat sebelum acara dimulai, Arumi mengaku sangat antusias datang ke Jambi dalam rangka road show serta meet and greet para penggemar. Diakuinya, ia akan membagi pengalamannya selama menjadi brand ambassador serta memakai produk kecantikan itu kepada masyarakat Kota Jambi. Tak hanya itu, pengunjung juga dapat berfoto bersama Arumi di sela-sela acara.
“Nanti sore sore harus balik ke Jakarta lagi. Besok aku ada kegiatan lain, syuting dan kuliah,” ujar Arumi, kepada Jambi Independent, kemarin siang (10/10).

Selebriti muda yang baru berusia 16 tahun itu mengaku baru saja kuliah semester I jurusan komunikasi di salah satu perguruan tinggi swasta di Jakarta. Ia mengaku senang berada di Jambi. Jambi dinilainya sangat berbeda dari Jakarta yang setiap hari macet.
“Kotanya sepi, nggak mumet kalau lagi di jalan,” ungkapnya.
Ketika ditanya mengenai alam Kota Jambi, Arumi langsung menjawab, “panas ya di sini, Jakarta juga panas sih, tapi mungkin karena kita selalu di gedung yang ber-AC, jadinya nggak terlalu terasa. Jambi jarang banjir, kalau depan kampus gue, kalo hujan banjir terus,” celetuknya, ringan.

Saat ini Arumi sedang sibuk syuting layar lebar yang tidak mau disebutkan judulnya, “dalam proses produksi, tunggu aja,” jawabnya.
Selain itu, dia juga sibuk menjadi presenter bola, meskipun pada awalnya tidak terlalu mengerti tentang bola. “Tapi, lama kelamaan jadi suka nonton bola,” katanya.
Ketika disinggung mengenai pertandingan bola, Arumi langsung menyampaikan uneg-uneg nya tentang pertandingan Indonesia vs Uruguay, Jumat (8/10) lalu, “Sakit jiwa kali ya, (kalah, red) 7-1,” ungkapnya bersemangat, seraya mengakhiri percakapan dengan Jambi Independent.(cr02)

Rabu, 29 September 2010

KESURUPAN MASSAL

Analisa Paranormal tentang Makhluk Gaib di SDN 59
Dihuni Satu Arwah Pria dan Lima Arwah Perempuan Muda
Dalam rentang waktu singkat, puluhan siswa SDN 59 Kota Jambi menjadi korban. Analisa orang pintar (Paranormal), mereka kesurupan makhluk gaib yang merasa terganggu oleh keramaian dan aktivitas siswa di sekolah itu. Berikut penelusuran Jambi Independent terkait kasus tersebut.

Jenaii- Wijayapura

Fenomena kesurupan seringkali dihubung-hubungkan dengan peristiwa masa lalu. Entah itu sejarah kelam lokasi kesurupan, maupun masa lalu roh yang merasuki tubuh korban.
Bagaimana tidak? Korban kesurupan biasanya mengucapkan kata-kata yang tidak pernah dikatakannya. Begitu juga dengan siswa-siswa SDN 59 yang Senin (27/9) lalu, kesurupan lagi setelah kejadian yang sama terjadi tiga hari sebelumnya.
SDN 59, berdiri di atas tanah seluas 3.210 meter persegi, dengan luas bangunan 2.807 meter persegi. Di halaman sekolah, terdapat beberapa pohon rindang yang berfungsi sebagai tempat berteduh warga sekolah.
Namun tak banyak yang mengetahui, dari sisi mistik, pohon-pohon berdaun rindang itu ternyata tempat bernaung segala hal gaib. Begitu kebanyakan yang dikatakan “orang pintar”.
Ketika ditemui di ruangannya, Kepala Sekolah SDN 59 Bukri Usman, kemarin (28/9), menjelaskan bahwa dirinya baru saja berbincang-bincang dengan seorang paranormal.
Sambil mengingat-ngingat, Bukri menceritakan apa sebenarnya yang merasuki tubuh siswa kelas enam di sekolahnya tersebut. Dikatakannya, Julio, siswa yang paling parah dan lama penanganannya dirasuki arwah pria yang ingin membalas dendam atas kematian istri dan anaknya.
Konon, kematian tersebut karena ditabrak mobil. “Merinding saya kalau cerita ini,” kata Bukri sambil mengusap-usap lengannya.
Sedangkan lima orang anak lainnya dirasuki oleh arwah lima perempuan muda. Menurut paranormal yang menangani kejadian itu, kelima perempuan muda dan cantik-cantik itu merupakan gadis buangan pada masa lalunya.
Sambil menerawang keluar sekolah, Bukri mencoba menafsirkan apa yang dikatakan paranormal tersebut.
“Menurut pemikiran saya, kelima gadis ini dulunya pernah berbuat yang tidak benar, sehingga mereka diejek dan dibuang dari lingkungan sekitarnya,” katanya.
Benar saja, ketika siswa yang kerasukan ditanya kenapa mengganggu, roh yang merasukinya menjawab, “kami selalu diejek!”. Hal ini juga dibenarkan oleh para guru yang duduk-duduk sembari bercerita kembali mengenai peristiwa yang baru pertama kali terjadi itu.
Dikatakan Bukri, paranormal baru saja memberi tahu bahwa kelima roh gadis buangan itu bersarang di salah satu pohon besar di luar lingkungan sekolah. Namun, mereka seringkali “bermain-main” di sekolah.
“Mungkin mereka terganggu dengan keramaian sekolah saat ini,” katanya.
Dijelaskan bahwa Ramadan lalu, ketika siswa sedang libur Lebaran, saat itulah roh gadis-gadis tersebut menemukan tempat “bermain” barunya, yaitu di lingkungan SDN 59.
Menanggapi kejadian ini, pihak sekolah telah melakukan berbagai upaya, mulai dari berdoa bersama, yasinan yang memang rutin dilakukan setiap hari Jumat, sampai “memagari” sekolah yang dibantu oleh seorang paranormal.
“Kita harus melakukan berbagai upaya agar hal ini tidak terjadi lagi,” kata Bukri.
Diakui, saking paniknya saat itu, dirinya serta pihak sekolah tidak sempat bertanya siapa nama paranormal tersebut. Namun pihak sekolah bersyukur bahwa paranormal itu mau membantu tanpa dibayar.
Paranormal hanya meminta sekolah menyediakan bahan yang terdiri dari garam, kemenyan dan benda-benda magis lainnya. Namun pihak sekolah menyerahkan semua urusan itu kepada paranormal, untuk mencari bahan-bahan yang dimintanya itu. Pihak sekolah hanya mengganti biaya pembelian benda-benda yang dibutuhkan untuk memagari SDN 59.
Dengan kejadian itu, pihak sekolah mengambil kebijakan untuk meliburkan aktivitas sekolah mulai dari tanggal 28 September, dan mulai kembali sekolah pada tanggal 3 Oktober nanti.
Hal ini semata-mata bertujuan agar siswa-siswa kembali tenang, dan menganggap kejadian ini sebagai musibah. Namun guru-guru serta semua staf sekolah diwajibkan hadir untuk berjaga-jaga.
Sebagai bentuk tanggung jawab serta perhatian pihak sekolah, kepala sekolah bersama Guru Olahraga Jumina, sore kemarin mengunjungi siswa-siswa korban kesurupan tersebut ke rumah mereka masing-masing. Dikatakan Jumina, respon keluarga siswa sangat positif. Mereka berterima kasih atas perhatian pihak sekolah. (*/)

Minggu, 19 September 2010

Sekolah Harus Tingkatkan Mutu

JAMBI – SMKN 4 merupakan salah satu sekolah kejuruan terkemuka di Kota Jambi. Hal ini merupakan sebuah kebanggaan tersendiri bagi kepala sekolah, majelis guru, staf, dan siswa-siswanya. Nilai tambah yang dimiliki serta yang berbeda dengan sekolah kejuruan lain adalah kelengkapan sarana dan prasarana yang ada.
Kepala Sekolah SMKN 4 Jambi Suhita Sulastri, Jumat (17/9) lalu menyatakan tidak hanya kualitas sumber daya manusia (SDM) yang harus ditingkatkan, tapi sarana dan prasarana sekolah juga harus dilengkapi.
Sekolah ini memiliki empat jurusan kejuruan yang sudah terakreditasi. Suhita menyebutkan jurusan-jurusan tersebut, yakni tata busana (butik), tata boga (jasa boga dan artiseri), tata kecantikan (kulit dan rambut), dan akomodasi perhotelan. “Semuanya terakreditasi A. Ini merupakan nilai tambah dalam penilaian RSBI menuju SBI. Sementara, untuk jurusan yang digemari, yakni akomodasi perhotelan, salah satunya karena ketersediaan lapangan pekerjaan,” ujarnya.
Disamping itu, ada juga jurusan-jurusan yang juga banyak mengukir prestasi, baik tingkat lokal maupun nasional. Prestasi tersebut, yakni juara I lomba desain pakaian di Pekan Kreatif LPP RRI Jambi 2010. Juara II lomba desain pakaian di Pekan Kreatif LPP RRI Jambi 2010. Juara I lomba keterampilan kursus merancang gaun malam kreasi batik Jambi pada Pameran Kursus dan Pelatihan Privinsi Jambi 2009.
Selanjutnya, juara I akomodasi perhotelan LKS-SMK tingkat nasional 2007, dan yang paling membanggakan sekolah kejuruan ini adalah terpilihnya salah satu siswa untuk mengikuti ASIAN SKILL (suatu kompetisi bidang kecantikan) di Bangkok, Thailand, pada November mendatang.
“Ini sangat membanggakan sekolah. Untuk siswa yang berasal dari jurusan kecantikan rambut, mampu menyisihkan semua sekolah kejuruan yang ada di Indonesia. Siswa yang bernama Natasya ini, sekarang sedang menjalani pelatihan serta persiapan lomba bertaraf internasional tersebut,” katanya.
SMKN 4 Jambi sangat serius serta gencar dalam meningkatkan mutu dan kualitas SDM maupun fisik sekolahnya. Disamping labor yang lebih lengkap dari sekolah-sekolah kejuruan lainnya, saat ini SMKN 4 Jambi juga dilengkapi dengan tiga CCTV di lingkungan sekolah untuk mengawasi semua kegiatan siswa. (cr02)

Sabtu, 18 September 2010

STMIK Jambi Menuju Universitas

JAMBI- Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) Nurdin Hamzah Jambi menyatakan dengan pasti bahwa Sekolah Tinggi ini akan resmi menjadi sebuah universitas dalam waktu dekat. Hal ini dinyatakan oleh Ketua STMIK, Chandra Sabtia Irawan, Sabtu (18/9) lalu. Ia menyatakan bahwa berbagai langkah telah dilakukan untuk mewujudkan rencana itu.
Langkah yang dilakukan oleh pihak yayasan ini salah satunya adalah menggabungkan tiga perguruan tinggi yang bernaung dibawah payung Yayasan Nurdin Hamzah. Ketiga perguruan tinggi tersebut adalah STMIK Nurdin Hamzah, Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIP) Nurdin Hamzah, serta Akademi Bahasa Asing (ABA) Nurdin Hamzah.
Langkah lainnya adalah pembangunan gedung kampus baru yang akan dimulai pada akhir September ini. Diakui Chandra, pihak yayasan sangat mendukung penuh semua proses yang dilakukan demi kemajuan kampus di bawah yayasan ini. Proses pembangunan gedung baru lima lantai ini ditargetkan selesai selama 8-12 bulan. “Kami datangkan tukang dari Jawa yang bersedia bekerja 24 jam,” katanya. Untuk itu dibutuhkan sekitar 50 orang tukang yang akan dibagi shift kerja mereka.
Dana yang digunakan untuk membangun gedung baru ini murni berasal dari yayasan. Sehingga tidak ada alasan untuk menunda-nunda pembangunan kampus lagi. “Uang sudah tersedia, kita tinggal nunggu tukang datang,” ujar Chandra. Dengan adanya gedung baru ini, diharapkan proses belajar mengajar lebih kondusif. Pihak yaysan optimis bahwa pembangunan gedung baru ini akan berlangsung dengan lancar, dan target waktu yang ditetapkan bisa tercapai.
Menurut Chandra, dalam satu tahun yayasan Nurdin Hamzah ini akan beroperasi sebagai universitas. Kelak, akan ada lima fakultas yang bisa dipilih oleh calon mahasiswa baru. Yaitu, Fakultas Ekonomi, Fakultas Ilmu Komputer, Fakultas Teknik, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, serta Program Studi Statistik. Diakuinya, untuk mendapatkan akreditasi dari kelima fakultas ini dibutuhkan waktu minimal dua tahun. Mengingat proses penilaian serta baru beroperasinya sebuah universitas.
Pihak yayasan dapat memastikan bahwa universitas dibawah yayasan Nurdin Hamzah akan beroperasi dalam waktu dekat, karena diakui Chandra, Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) sudah mengeluarkan surat izinnya untuk yayasan Nurdin Hanzah. Namun masih menunggu surat izin dari dikti keluar, “Izin sudah keluar, Cuma nunggu suratnya saja,” ujar Chandra. (cr02).

Pelatihan TOEFL untuk Tingkatkan Kualitas Bahasa Inggris Guru

JAMBI – Sebagai sekolah RSBI menuju SBI, SMKN 4 Jambi gencar melakukan pembenahan di lingkungan sekolah. Tidak hanya kelengkapan sarana dan prasarana sekolah, penampilan sekolah, tapi juga yang paling adalah peningkatan mutu para pengajar, khususnya dalam hal bahsa Inggris. Untuk itu, puhak sekolah saat ini sedang mengupayakan pelatihan TOEFL (Test Of English as Foreign Language) dua minggu dimulai dari tanggal 26 September sampai 10 Oktober mendatang . Demikian disampaikan oleh Kepala Sekolah, Suhita Sulastri, Jumat (17/9) lalu.
Tujuan utama dari pelatihan tersebut adalah peningkatan kemampuan komunikasi dan kualifikasi bahasa Inggris guru-guru SMKN 4. Pelatihan ini hampir sama dengan kursus TOEFL lainnya, namun demi mendapatkan hasil yang maksimal, pihak sekolah meminta seorang professor yang sudah berpengalaman di dunia internasional untuk memberikan materi pelatihan. Pihak sekolah juga menjalin kerjasama dengan Internasional Test Center (ITC) agar pelatihan dan test dapat terorganisir dengan baik. Disamapaikan Suhita, syarat nilai TOEFL yang harus dipenuhi guru-guru tersebut adalah 450.
Pihak sekolah telah menyeleksi guru-guru yang akan diutus untuk mengikuti pelatihan sebanyak 30 orang. Masing-masing berasal dari jurusan kejuruan, Matematika dan IPA. Untuk mengikuti pelatihan tersebut, tentu saja membutuhkan biaya. Sejauh ini pihak sekolah telah melakukan berbagai upaya seperti mengirimkan proposal ke dinas pendidikan propinsi dan telah mendapatkan tanggapan positif dari diknas.
Dalam proposal yang dikirimkan, terdapat berbagai program kegiatan pelatihan. Yang pertama adalah kegiatan pengukuran kemampuan awal bahasa Inggris guru. Yang kedua, program pelatihan bahasa Inggris secara intensif. Dan yang ketiga yaitu kegiatan pengukuran kemampuan bahasa Inggri guru yang diwujudkan dalam serangkaian TOEFL. Test ini biasanya melingkupi listening (mendengar), structure (struktur kalimat), dan reading (membaca). Jika guru-guru tersebut lulus dengan nilai test minimal 450 tersebut, maka kemampuan bahasa Inggris mereka sudah bisa dipergunakan dalam proses belajar mengajar sekolah RSBI.
Diakuinya, Dinas Pendidikan Provinsi Jambi telah menyetujui untuk menanggung semua biaya yang dibutuhkan untuk pelatihan tersebut. Butuh dukungan penuh dari berbagai dinas pemerintahan baik moril maupun materil agar kegiatan ini dapat terealisasikan dengan baik. Karena, jika program ini berhasil dan mmenciptakan guru-guru yang cakap dalam berbahasa Inggris, maka akan memberkan nilai lebih bagi SMKN 4. Ditambahkannya, nilai lebih tersebut juga akan membawa nama baik provinsi Jambi. (cr02)

Jumat, 17 September 2010

Rangkul Minat Baca dan Pengunjung //Perpustakaan Kota Jambi

JAMBI– Membaca adalah jendela dunia. Begitu istilah yang selama ini diturunkan dari generasi ke generasi guna meningkatkan minat baca.
Namun, istilah tersebut saat ini, sepertinya tidak lagi berpengaruh terhadap minat baca terutama anak-anak. Karena mereka disibukkan dengan permainan modern dan tontonan yang menyita perhatian.
Meski demikian, Perpustakaan Kota Jambi tetap berusaha untuk menarik kembali minat baca anak-anak yang sudah mulai pudar itu. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Badan Perpustakaan Arsip dan Dokumentasi (BPAD) Kota Jambi Jufriyono, kemarin (16/9).
Menurutnya, untuk menarik minat baca dan berkunjung, pihak BPAD mengadakan serangkaian lomba. Lomba yang digelar, yakni lomba minat baca untuk menarik anak-anak usia sekolah mulai dari TK sampai SMA. Dalam lomba minat baca itu, peserta diberikan ringkasan cerita dari sebuah novel atau buku lainnya, kemudian peserta diharuskan menceritakan kembali dengan gaya dan bahasa mereka sendiri. Namun perlombaan tersebut baru dilaksanakan untuk tingkat SD dan SMP, “Perpustakaan kita ini baru jalan satu tahun, dipastikan tahun depan tingkat TK dan SMA juga akan diadakan,” katanya.
Selain itu, upaya yang dilakukan perpustakaan yakni dengan merangkul sekolah-sekolah untuk membuat program belajar di perpustakaan. “Saya rasa cukup efektif, kami akan menfasilitasi jika mereka ingin belajar di sini,” katanya. Untuk melaksanakannya, dibutuhkan kerjasama yang baik antara perpustakaan kota dengan sekolah-sekolah yang ada di Kota Jambi.
Mengenai jumlah pengunjung perpustakaan, kata Jufriyono, setiap hari rata-rata jumlah pengunjung mencapai 60 sampai 75 orang. Menurutnya, jumlah ini sudah lebih dari cukup untuk sebuah perpustakaan yang baru beroperasi pada Januari 2010 itu. Namun pada bulan Ramadan lalu, pengunjung berkurang drastis, per hari berkisar antara 15 sampai 20 orang saja, keluhnya.
Di tempat yang sama, Kabid Pelayanan dan Pelestarian Leon Fadenan menambahkan, pengunjung cenderung bertambah dari bulan ke bulannya. Disebutkannya, perpustakaan yang buka dari pukul 7.30 sampai 15.30 itu ramai dikunjungi siswa pada pada jam ketika mereka istirahat atau pulang sekolah. “Tidak jarang juga para purnawirawan mampir ke perpus (perpustakaan) setelah mereka lari pagi,” katanya. Jadi dapat dikatakan, perpustakaan ini dikunjungi oleh semua umur.
Disamping itu, pihak perpustakaan juga menyediakan pelayanan untuk menampung saran dan kritik dari para pengunjung. Juga menampung apa saja kebutuhan buku para pengunjung. Selanjutnya, dilakukan upaya untuk mendatangkan buku-buku yang diminta oleh pengunjung. “Tentu dengan serangkaian proses-proses tertentu,” tambah Jufriyono. Buku yang tersedia di perpustakaan tersebut dikelompokkan menjadi tiga, yaitu untuk TK, SD sampai SMA, serta mahasiswa dan umum. Hal ini bertujuan untuk memudahkan pengunjung memilih buku sesuai dengan usia dan keperluannya.
Pengadaan buku biasanya memakai dana APBD, bekerjasama dengan Perpustakaan Nasional, serta Badan Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI). Sampai saat ini, jumlah buku yang tersedia adalah 2.701 judul buku baru sebanyak 13.505 eksemplar. Sedangkan untuk buku lama sebanyak 13.366 judul, sebanyak 25.541 eksemplar. Jumlah itu diakuinya masih jauh di bawah jumlah yang seharusnya disediakan oleh perpustakaan, yaitu 1 juta buku.(cr02)

Foto: Jenifer Agustia/Jambi Independent
BELUM CAPAI: Gedung Perpustakaan Arsip dan Dokumentasi (BPAD) Kota Jambi. Perpustakaan Kota Jambi, belum capai target miliki buku sebanyak 1 juta.

Senin, 06 September 2010

Sekolah dengan Bantuan Donatur

JAMBI- Panti Asuhan Muhammadiyah yang berlokasi di Sipin saat ini memiliki anak-anak asuh sebanyak 63 orang. Masing-masingnya 11 orang usia sekolah dasar, 23 orang usia sekolah menengah pertama, dan 30 orang usia menengah atas. Semua anak-anak ini bisa melanjutkan sekolah mereka di sekolah umum tanpa terkendala biaya.

Menurut Kepala Panti Asuhan, Syahrial, Senin (6/9) lalu, anak-anak penghuni panti tidak ada yang putus sekolah. dikatakannya, mereka belajar di sekolah umum seperti anak-anak biasanya. Karena memang Panti Asuhan ini tidak punya sekolah sendiri. Tapi pihak panti berani menjamin kelangsungan pendidikan mereka selama tinggal di panti asuhan ini.

Anak-anak penghuni panti masing-masing usia SD terdiri dari dua orang yatim piatu, empat orang yatim dan lima orang dhuafa. Usia SMP terdiri dari tiga orang yatim piatu, 12 orang yatim, dan delapan orang orang dhuafa. Sedangkan usia SMA, dua orang yatim piatu, 14 orang yatim, dan 14 orang dhuafa. Semua anak ini, dikatakan Syahrial tidak ada yang putus sekolah.

Untuk anak usia SD, mereka bersekolah di SD sekitar panti, anak-anak SMP bersekolah di SMP Muhammadiyah, sedangkan untuk usia SMA dibebaskan memilih sesuai dengan keinginan mereka. “Ada yang di SMKN 1, SMKN 4, MAM, dan sebagainya,” kata Syahrial. Bahkan ada juga penghuni panti yang berhasil kuliah di STIE IKABAMA. Hal tersebut menjadi bukti bagi Panti Asuhan bahwa mereka menjamin pendidikan anak-anak asuhnya.

Mengenai biaya pendidikan, pihak panti menjelaskan bahwa ada donatur rutin yang menyumbangkan dana bagi yayasan. Sampai saat ini, pihak panti mengakui tidak pernah mengalami kekurangan dana pendidikan dan keseharian anak-anak panti. Para donatur berasal dari kalangan masyarakat umum, namun tidak rutin. Sedangkan organisasi-organisasi dan perusahaan seperti Telkom, Telkomsel, Pelindo, dsb setiap tahun selalu menyalurkan bantuannya untuk Panti ini.

Selain pendidikan, pihak panti juga berhati-hati dalam hal adopsi. Kata Syahrial, sering kali ada calon orang tua yang akan mengadopsi anak panti asuhannya, namun prosedur yang harus dilalui sedemikian panjang. “Harus melalui pengadilan, mereka tidak mau repot,” katanya. Sampai saat ini belum ada anak yang diadopsi dari panti asuhan ini, karena ketatnya peraturan serta syarat-syarat adopsi. (cr02).

Bangga Punya Bahasa Indonesia

JAMBI – Bahasa asing telah mendominasi masyarakat Indonesia saat ini. Terbukti dengan jarangnya dipakai Bahasa Indonesia sebagai nama pusat perebelanjaan, toko, serta tempat-tempat umum lainnya. Ditemui di ruangannya Senin (6/9) lalu, Kasubbag Tata Usaha Kantor Bahasa Indonesia Jambi, Yarmalus menyatakan penyesalannya tentang ini.

Dikatakannya, generasi saat ini lebih bangga menggunakan kata-kata asing seperti town square untuk tempat perbelanjaan, convention centre untuk tempat pertunjukan dan lain sebagainya. Penyebabnya, dikatakannya adalah kurangnya rasa bangga dan kecintaan terhadap Bahasa Indonesia sebagaimana tertera dalam sumpah pemuda. Peran kita sebagai masyarakat, katanya adalah untuk menumbuhkan kembali budaya berbahasa Indonesia.

Demikian juga dikalangan pelajar, rasa bangga terhadap Bahasa Kesatuan Indonesia harus ditanamkan sejak dini. Salah satunya dengan festifal-festifal serta lomba-lomba yang berkaitan dengan bahsa dan sastra Indonesia. Hal ini telah dilakukan oleh Kantor Bahasa Jambi baru-baru ini. Lomba-lomba ini merupakan langkah lanjutan serta aplikasi metari Bahasa Indonesia yang mereka dapat di sekolah.

“Hanya kantor bahasa yang menyelenggarakan acara semacam ini, karena bahasa dan sastra dianggap sepele selama ini,” ungkap Yarmalus. Namun kenyataannya, antusias para siswa ini sangat tinggi. Terbukti dengan jumlah peserta serta pendukung mereka yang beramai-ramai datang ke Kantor Bahasa. Ini memnandakan bahwa siswa-siswa butuh sarana dan media untuk menyalurkan bakat mereka. Bukan hanya mendapatkan materi formal di sekolah yang kebanyakan berorientasi pada buku pegangan.

Yarmalus lebih lanjut menjelaskan, ada beberapa kategori lomba yang diadakan, yaitu debat Bahasa Indonesia, Lomba Cerpen, Lomba Menulis Kreatif, Festival Musikalisasi Puisi. Dikatakannya, untuk debat Bahasa Indonesia, peserta akan diberikan pilihan ‘positif’ atau ‘negatif’. Selama perdebatan, peserta harus berjuang mempertahankan pendapat mereka. “Yang kita utamakan adalah bagaimana cara mereka berdebat dan bertahan, bukan menentukan mana yang benar atau mana yang salah,” katanya. Sedangkan dalam menulis kreatif, peserta diharuskan mengembangkan idenya tentang topik yang diberikan oleh panitia. Selain bidang sastra, siswa juga bisa berkreasi dibidang seni melalui festival musikalisasi puisi. “Mereka kan main musik juga,” kata Yarmalus.

Selain lomba-lomba dan berbagai festifal, Kantor ini juga telah membuka suatu bengkel sastra. Kegiatan di bengkel sastra ini melingkupi semua jenis sastra Indonesia. “Disana ada puisi, cerpen, fiksi, dll,” kata Yarmalus. Selain itu, di bengkel sastra ini juga diberikan materi-materi oleh instruktur-instruktur kompeten. Dalam waktu tertentu, pemateri didatangkan langsung dari pusat. Diharapkan dengan adanya kegiatan ini, siswa-siswa lebih bisa mengembangkan ide-idenya dibidang sastra Indonesia. (cr02).

Yang Muda yang Berprestasi

JAMBI-Yoshua Yonatan, lahir di Bandung 15 Desember 1993 merupakan siswa berprestasi kebanggaan SMA Xaverius 2 Jambi. Ditemui di sekolahnya kemarin (23/8), pemuda yang akrab dipanggil Yos ini memaparkan sederet prestasi yang telah diraihnya selama bersekolah di SMA Vaverius 2 Jambi. Semua prestasi tersebut berkaitan dengan bidang studi matematika yang sangat diminatinya.

Semenjak kelas satu SMA, putra pertama dari pasangan (alm) DPP Sormin dan Magdalena Jamilah ini telah mengukir prestasi yang gemilang dibidang Sains. Di kelas I, Yos meraih sederet prestasi, antara lain Juara II Olimpiade Matematika UNJA (2009), Juara I Olimpiade Matematika tingkat kota dan provinsi (2009), serta Juara III Nuansa Matematika IAIN (2008).

Di kelas II Yos juga mengukir prestasi serupa, antara lain Juara I Nuansa Matematika IAIN se Provinsi Jambi (2009), Juara I Olimpiade matematika UNJA (2010), Juara I Olimpiade Sains tingkat kota dan provinsi (2010), Juara 3 lomba Cepat Tepat UI se Provinsi jambi (2010), serta baru-baru ini, kakak dari Rachelia Febriani ini meraih medali emas dengan predikat absolute winner pada Olimpiade Sains Nasional di Medan (2010).

Siswa yang tahun ini duduk dikelas III ini mengaku sangat menyukai bidang studi matematika karena polanya yang berantai. Ia mengatakan bahwa jika sudah paham bab 1, bab berikutnya dapat dikerjakan dengan mudah karena semuanya berkaitan.

Bidang yang paling disukainya dalam matematika adalah Geometri, “karena kerjanya real, nyata” ungkapnya. Sedangkan yang kurang disukai adalah Kalkulus karena pemuda ini tak suka dengan kegiatan menghafal.

Namun tak semua siswa menyukai mata pelajaran Matematika, bahkan tak jarang juga yang membenci. Ketika ditanyakan tentang hal ini, Yos menjawab “saya siap membantu teman-teman kalau ada masalah.” Namun jangan harap Yos mau memberikan contekan disaat ujian “ga fair,” ungkapnya. Ketika ditanya, siswa yang punya motto ‘just do my best’ ini bercita-cita ingin menjadi dosen Matematika, dan menargetkan untuk bisa masuk ke Massachusetts Institute of Technology, USA. (cr02)

Membosankan, Pelajar Tidak Antusias Belajar Bahasa Indonesia

JAMBI- Bahasa Indonesia merupakan bidang studi wajib dalam pendidikan Indonesia. Mulai dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi. Namun, tak jarang siswa menganggap sepele bidang studi mendasar ini. Ditemui di ruangannya kemarin (6/9), Kasubbag Tata Usaha Kantor Bahasa Jambi, Yarmalus menyetujui pernyataan ini. Hal ini disebabkan kurangnya minat siswa terhadap bidang studi Bahasa Indonesia. dikatakannya, siswa-siswa jenuh dan bosan menghadapi permasalahan ejaan, tanda baca, paragraf, dan hal yang dianggap sepele lainnya.

Untuk menyiasati hal tersebut, pihak kantor bahasa baru-baru ini memberikan penyuluhan terhadap guru-guru Bahasa Indonesia di Kota Jambi. Dalam penyuluhan tersebut, guru-guru diberikan pendalaman materi lagi mengenai bentuk dan pilihan kata, metodologi penelitian, Ejaan Yang Disempurnakan (EYD), bentuk paragraf, dll. “Ada juga guru-guru yang pemahaman materinya masih kurang sempurna,” katanya. Setelah diberikan penyuluhan ini, para guru bisa menerapkannya kepada siswa di kelas.

Diakuinya, Kantor Bahasa hanya berhubungan langsung dengan guru-guru bahasa, kemudian guru-guru tersebut bertanggung jawab terhadap pemahaman siswanya di kelas. Selain materi-materi bidang studi Bahasa Indonesia yang diberikan, guru-guru juga dibekali dengan metode pengajaran agar siswa lebih tertarik dan antusias mengikuti pelajaran tersebut. Pemateri berasal dari pihak Kantor Bahasa.

Mengenai sejauh mana penggunakan bahasa Indonesia di kalangan pelajar di Provinsi Jambi, Yarmalus tidak dapat memberi gambaran. Dikatakannya, kantor bahasa tidak punya wewenang untuk menilai langsung siswa di sekolah-sekolah. Guru mempunyai otoritas sendiri serta tanggung jawab untuk mengawasi penggunaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar oleh siswanya.

Namun, Yarmalus berencena untuk mengadakan penelitian terhadap beberapa siswa tentang pemahaman mereka terhadap Bahasa Indonesia. Menurutnya, penelitian ini akan dilakukannya dengan metode kuesioner atau angket yang akan disebar di beberapa sekolah. Dalam kuesioner itu, dirinya akan memberikan pertanyaan-pertanyaan menyangkut aspek-aspek dalam bidang studi Bahasa Indonesia. “Pertanyaannya mungkin berupa penyusunan kalimat, pemakaian tanda baca, paragraf, dll,” katanya. Dengan cara itu, kantor bahasa bisa menilai seberapa jauh pemahaman pemakaian siswa-siswa sekolah terhadap Bahasa Indonesia. “Namun itu baru rencana, realisasinya kita lihat saja nanti,” tandasnya. (cr02).

Bekali Anak-Anak Panti Asuhan dengan Bimbingan dan Keterampilan

JAMBI- Panti Asuhan Muhammadiyah Jambi mencanangkan beberapa program untuk anak-anak asuh. Program-program tersebut difokuskan kepada bimbingan serta pelatihan keterampilan. Hal ini disampaikan oleh Kepala Panti Asuhan, Syahrial kemarin (6/9).

Program-program tersebut melingkupi bimbingan fisik dan kesehatan, mental dan psikososial, sosial, keterampilan, bimbingan kelompok, pendidikan, bimbingan individu, serta bimbingan penyiapan lingkungan sosial. Tujuan dari program-program ini sendiri adalah untuk menciptakan anak-anak yang mandiri sesuai dengan visi dan misi Panti Asuhan Muhammadiyah.

Dijelaskan oleh Syahrial, bimbingan fisik dan kesehatan meliputi pemeliharaan kebugaran dan pelayanan menu dalam rangka peningkatan gizi. Sarana dan prasarana untuk ini disediakan oleh pihak panti. Bimbingan mental dan psikososial, dijelaskannya berupa bimbingan keagamaan, kedisiplinan, dan akhlaqul karimah. Hal lain yang dibimbing adalah hubungan sosial anak-anak panti asuhan. Untuk program ini, pihak panti asuhan memberikan bimbingan terhadap aktifitas sehari-hari, integrasi sosial, serta dengan mengadakan rekreasi bersama untuk membentuk pribadi anak agar terbuka terhadap lingkungan sosialnya.

Untuk menyiapkan anal-anak dalam menghadapi lingkungan yang lebih luas, Panti Asuhan Muhammadiyah juga mengadakan bimbingan integrasi dengan lingkungan luarnya. Hal tersebut mencakup lingkungan keluarga, lingkuangan sekitar keluarga, serta lingkungan sosial yang lebih luas lagi. Bimbingan-bimbingan ini diberikan oleh lima instruktur serta dilakukan pada siang sampai sore hari.

Selain bimbingan pembentukan kepribadian diatas, anak-anak Panti Asuhan Muhammadiyah juga mendapatkan bimbingan pendidikan serta keterampilan. Hal ini dinilai pihak panti sangat bermanfaat bagi anak-anak setelah mereka dewasa dan keluar dari panti. bimbingan yang diberikan berupa bimbingan pendidikan dan keterampilan.

Syharial mengatakan, bimbingan pendidikan dilakukan untuk membantu anak-anak dalam memahami pelajaran yang diterimanya di sekolah. Bimbingan tersebut direalisasikan dalam bentuk kelompok belajar yang dibimbing langsung oleh instruktur dari panti asuhan. Dalam kelompok belajar ini, kata Syahrial, anak-anak diajarkan berdiskusi dan bersama-sama memecahkan persoalan yang dihadapi disekolahnya. Untuk lebih memotivasi anak-anak dalam belajar, pihak panti juga menyediakan bonus atau hadiah bagi yang berprestasi di sekolahnya.

Pihak panti saat ini mempersiapkan anak-anaknya untuk berkarya sehingga dapat memenuhi kebutuhan pribadinya kelak. Anak-anak dibekali dengan berbagai macam keterampilan, “kelak mereka bisa mendapatkan penghasilan dari situ,” ungkap Syahrial. Keterampilan tersebut berupa menjahit dan tata boga dibimbing langsung oleh pihak panti. “Instruktur kami datangkan kesini,” katanya. (cr02).

Jumat, 03 September 2010

SLB Kekurangan Guru Terapi Autis

JAMBI–Autisme merupakan suatu kondisi seseorang yang tak dapat menjalin hubungan secara sosial atau berkomunikasi secara normal dengan lingkungannya sejak lahir atau balita.Akibatnya, penyandang autisme cenderung diisolasi dari lingkungannya. Biasanya anak-anak penyandang autisme ini mengalami gangguan dalam interaksi sosial, berbicara, perilaku serta emosi, pola bermain, gangguan sensorik dan motorik, serta perkembangan yang lambat atau tidak normal.

Untuk membantu anak-anak penyandang autisme ini, Yayasan Sekolah Luar Biasa (SLB) Prof Dr Sri Soedewi Masjchun Sofwan SH, Jambi baru-baru ini membuka kelas terapi autis. Menurut Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas, Sapari, Rabu (1/9) lalu, kelas ini baru satu tahun dibuka.
Dalam satu hari diadakan kelas terapi, yang berlangsung selama 90 menit.

Materi yang diberikan berupa latihan berbicara dan latihan berkonsentrasi. Metode pengajarannya adalah satu orang guru untuk satu orang anak, “Sehingga peserta bisa mendapatkan terapi yang intensif,” jelasnya.
Latar pendidikan guru yang ada juga berbeda. Dua orang guru yang ditemui Jambi Independent kemarin, masing-masing, Anisa berasal dari jurusan Psikologi. Satunya lagi, Ari berasal dari jurusan Terapi Bicara.
Karena hanya ada dua guru, maka, kata Sapari, kelas itu terkendala tenaga pengajar.

Hanya ada tiga guru yang memberi materi terapi. Tentu jumlah yang diterapi setiap hari sangat terbatas, jelasnya. Yakni hanya tiga anak.
Terapi yang katanya menangani berbagai jenis autisme. Di antaranya autis murni, Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) atau gangguan perkembangan perilaku dan hiperaktifitas, Down Syndrome (DS), serta autisme akibat terinfeksi toksoplasma.

Guru Terapi Wicara Ari, menambahkan bahwa anak-anak dengan kasus di atas memerlukan penanganan yang serius, dari pihak sekolah dan yang lebih penting adalah dari keluarganya.

Kesulitan yang dihadapi oleh guru-guru ini dalm proses terapi adalah kebiasaan-kebiasaan anak yang berbeda-beda. “Ada yang membeo,” kata Ari, sehingga apa yang disebutkan dan dilakukan gurunya selalu diulangi. Untuk kasus ini, kata Ari, peran orang tua sangat diperlukan, karena ada pengaruh bahasa ibu dalam kegiatan anak dengan kasus seperti ini. Ditambahkan oleh Anisa, ada juga anak yang cenderung menyakiti dirinya sendiri bahkan orang lain. Kasus seperti ini juga menjadi tantangan sendiri bagi tenaga pendidik untuk memberikan terapi. “Kesabaran harus dilatih,” kata Anisa.

Sekolah tersebut, selain dilengkapi dengan ruang terapi, juga tersedia ruang bermain untuk peserta terapi. Ada berbagai macam mainan yang disediakan, seperti bola-bola karet, huruf-huruf yang terbuat dari plastik, miniatur binatang, balok-balok, miniatur rambu lalu lintas, dan sebagainya.

Dengan jenis-jenis permainan yang ada, kata Sapari, dapat melatih anak-anak penyandang autisme untuk bisa mengembangkan dirinya, serta lebih mengenal lingkungan sekitarnya.(cr02)

Foto: eddi Junaedi/Jambi Independent


PENYEMBUHAN: SLB menyediakan terapi untuk anak autis. Antara lain untuk autis murni, Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) atau gangguan perkembangan perilaku dan hiperaktifitas, Down Syndrome (DS), serta autisme akibat terinfeksi toksoplasma.

Juarai Lomba Merakit Robot, Hanif Siap Dikirim ke Jogja

JAMBI – Salah satu siswa SMAN 1 Jambi baru-baru ini berhasil Juarai Lomba merakit robot tingkat provinsi. M. Hanif Addienda, siswa kelas X SMAN 1 Jambi ini berhasil membawa nama baik sekolahnya pada Lomba Kreatifitas dan Gebyar PK-PLK Tingkat Provinsi Jambi pada 12 Agustus 2010 lalu. Ditemui di ruang kepala sekolah kemarin (3/9), Hanif bercerita mengenai lomba tersebut.

Siswa kelahiran Jambi, 25 November 1996 ini berhasil membuat program robot mobil. Dikatakannya, robot mobil tersebut akan melalui lintasan yang ditentukan oleh panitia lomba di Provinsi. Pemprograman ini dikerjakan secara individu, dangan bimbingan guru di sekolahnya. Namun, katanya, perakitan fisik robot tersebut dikerjakan dengan kerjasama tim, yakni siswa di sekolahnya.

Anak tunggal dari pasangan Karnama dan Septia Ekawati ini mengatakan, dengan menjuarai lomba tingkat Provinsi ini, pada bulan Oktober mendatang Hanif akan dikirim ke Jogja untuk mengikuti lomba merakit robot tingkat Nasional. Mengenai tempatnya, Hanif mengaku belum ada pemberitahuan “Biasanya di hotel,” katanya. Namun persiapan-persiapan telah dimulai sejak jauh-jauh hari, termasuk mengikuti pelatihan di Stikom. Hal ini dikarenakan oleh ketersediaan sarana dan prasarana yang lebih lengkap. Pelatihan ini juga dibantu oleh dosen-dosen pengajar Stikom.

Sejak Sekolah Dasar, siswa yang mempunyai hobi membaca ini sudah menunjukan prestasinya. Hal ini dibuktikannya dengan memasuki kelas akselerasi dengan masa studi lima tahun. Selain itu dimasa sekolah dasar, Hanif juga telah dikirim mewakili sekolahnya dalam Lomba Sains bidang IPA di Semarang pada tahun 2006.

Prestasi serupa juga diraihnya ketika duduk di bangku SMP. Pada tahun 2009, Hanif berhasil meraih Juara I Lomba Lintas Jalan Jauh tingkat Provinsi Kategori Umum. Selain itu, di tahun yang sama, Hanif berhasil meraih gelar Juara III Kompetisi Matematika PASIAD tingkat kota. Di tahun itu juga ia dikirim ke Jakarta untuk mengikuti Lomba Biologi tingkat Nasional, “meskipun tidak meraih gelar, tapi saya cukup puas,” katanya.

Siswa yang punya motto hidup ‘jadikan kegagalan sebagai motivasi’ ini mengaku punya pola belajar yang berbeda dengan siswa yang lainnya. Belajar santai, katanya, membaca sambil nonton televisi “belajar tanpa TV bikin ngantuk,” katanya. Selanjutnya, Hanif mempunyai target berkuliah di Universitas Gajah Mada Fakultas Kedokteran. (cr02).

Fasilitas Multimedia, Sarana Penunjang Bagi Siswa dan Guru

JAMBI – Sarana pendukung dalam proses belajar mengajar sangatlah penting, demi peguasaan bahan secara lebih maksimal. Salah satunya dengan sarana multimedia. Hal inilah yang diterapkan olen SMAN 1 Jambi. Ditemui di ruang kerjanya kemarin (3/9), Wakil Kepala Sekolah Bidang Informasi dan Komunikasi, Karnama, menyatakan SMAN 1 telah menggunakan multimedia untuk mendukung proses belajar mengajar.

Sekolah ini telah mempunyai labor multimedia yang mulai dipergunakan sejak tahun 2008 ini memiliki 36 komputer dan jaringan internet. Labor ini juga dilengkapi dengan sound system serta TV. Ketika ditanya apakah komputer itu cukup untuk satu kelas? Dikatakannya, jumlah siswa satu kelas hanya 32 orang, belum melebihi quota. Sekolah ini menggunakan jaringan internet sendiri memakai speedy.

Menurut Karnama, saat ini semua mata pelajaran bisa menggunakan fasilitas labor multimedia. “Namun tergantung kemauan guru dan siswanya,” ungkapnya. Dengan demikian, guru-guru terlebih dahulu dibekali dengan pelatihan mengenai multimedia. “Gru-guru dilatih mengenai E-Learning, membuat web, serta mengisi web,” tambahnya. Pelatihan ini berupa workshop, dan pematerinya berasal dari SMAN 1 Jambi sendiri. Apakah siswa juga diberi pelatihan tentang mulmedia? Karnama mengatakan, siswa tentu lebih update dari pada gurunya. Sehingga tidak perlu lagi dibekali dengan pelatihan.

Berhubungan dengan multimedia, tentu siswa sangat akrab dengan jejaring sosial yang marak saat ini. Dikhawatirkan konsentrasi siswa akan terpecah jika berada di labor multimedia. Karena akan ada siswa yang membuka situs jejaring social seperti facebook dan lain sebagainya. Namun Karnama menyatakan bahwa hal itu tidak perlu dikhawatirkan. “Zaman seperti ini, belajar harus fleksibel, mereka buka facebook kita juga buka,” katanya. Jika ada siswa yang bermain facebook ketika sedang belajar, otomatis akan terlihat di akun gurunya. “Kita bisa kirim pesan serta pertanyaan ke akun mereka,” tambahnya lagi.

Kebijakan yang diambil di labor multimedia adalah otoritas guru bidang studi. Guru-guru berkewajiban mengawasi kegiatan siswa di dalam labor. Mengenai filter multimedia sendiri, dalam hal ini situs-situs yang menyimpang, tidak diblokir oleh pihak sekolah. “Kami bisa mengawasi melalui history server,” katanya. Diakuinya, sampai saat ini belum pernah terlihat siswa yang membuka situs-situs porno dan sebagainya di sekolah “pastinya mereka segan,” tambahnya. Namun jika ada, katanya, pihak sekolah akan memberikan pendekatan secara psikologis. Karena bukan jamannya lagi siswa dididik secara strick.

Siswa tidak dikenakan biaya dalam penggunaan labor multimedia ini, labor hanya bisa dipergunakan dalam jam pelajaran “kerana kita perlu memelihara alat-alat ini,” katanya. Namun rencananya, pihak sekolah akan menambah fungsi labor ini sebagai warnet setelah jam sekolah. Untuk itu siswa akan dikenai biaya sama seperti warnet lainnya. Namun hal tersebut belum dilaksanakan, “Perlu pertimbangan lebih lanjut,” ungkapnya. (cr02).

Kamis, 02 September 2010

MARZUKI ALI TENTANG GEDUNG BARU DPR (dr TVONE)

Marzuki Alie: Gedung Baru Menghemat DPR
Kamis, 2 September 2010 11:50 WIB

Jakarta, (tvOne)

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Marzuki Alie mengatakan, pembangunan gedung baru DPR akan menghemat anggaran DPR.

"Sebab nanti fasilitas ruangan akan dibangun sesuai kebutuhan. Jadi rapat-rapat yang selama ini dilakukan di luar dengan alasan tidak bisa dilakukan di gedung DPR, tidak ada lagi," kata Marzuki dalam program acara Apa Kabar Indonesia Pagi di tvOne, Kamis (2/9/2010).

Marzuki melanjutkan, pembangunan gedung baru DPR sudah diperhitungkan secara matang. Seperti mempertimbangkan manfaat dan biaya yang dikeluarkan.

"Ini investasi. Benefitnya tinggi dari kinerja dewan," ujarnya.

Untuk itu, kata Marzuki, pembangunan gedung baru DPR tidak bisa ditunda. Terlebih, DPR harus mengimbangi pemerintah yang notabene terus melakukan perbaikan. "Supaya ada keseimbangan pemerintah dan DPR," kata dia.
ed

Rabu, 01 September 2010

AUTISME (copas dari website)

Diagnosa Autisme Sesuai DSM IV

A. Interaksi Sosial (minimal 2):

1. Tidak mampu menjalin interaksi sosial non verbal: kontak mata, ekspresi muka, posisi tubuh, gerak-gerik kurang tertuju
2. Kesulitan bermain dengan teman sebaya
3. Tidak ada empati, perilaku berbagi kesenangan/minat
4. Kurang mampu mengadakan hubungan sosial dan emosional 2 arah

B. Komunikasi Sosial (minimal 1):

1. Tidak/terlambat bicara, tidak berusaha berkomunikasi non verbal
2. Bisa bicara tapi tidak untuk komunikasi/inisiasi, egosentris
3. Bahasa aneh & diulang-ulang/stereotip
4. Cara bermain kurang variatif/imajinatif, kurang imitasi social

C. Imaginasi, berpikir fleksibel dan bermain imaginatif (minimal 1):

1. Mempertahankan 1 minat atau lebih dengan cara yang sangat khas dan berlebihan, baik intensitas dan fokusnya
2. Terpaku pada suatu kegiatan ritualistik/rutinitas yang tidak berguna
3. Ada gerakan-gerakan aneh yang khas dan berulang-ulang. Seringkali sangat terpukau pada bagian-bagian tertentu dari suatu benda

Seorang anak penderita autisme, dengan jajaran mainan yang ia buat

Gejala autisme dapat sangat ringan (mild), sedang (moderate) hingga parah (severe), sehingga masyarakat mungkin tidak menyadari seluruh keberadaannya. Parah atau ringannya gangguan autisme sering kemudian di-paralel-kan dengan keberfungsian. Dikatakan oleh para ahli bahwa anak-anak dengan autisme dengan tingkat intelegensi dan kognitif yang rendah, tidak berbicara (nonverbal), memiliki perilaku menyakiti diri sendiri, serta menunjukkan sangat terbatasnya minat dan rutinitas yang dilakukan maka mereka diklasifikasikan sebagai low functioning autism. Sementara mereka yang menunjukkan fungsi kognitif dan intelegensi yang tinggi, mampu menggunakan bahasa dan bicaranya secara efektif serta menunjukkan kemampuan mengikuti rutinitas yang umum diklasifikasikan sebagai high functioning autism. Dua dikotomi dari karakteristik gangguan sesungguhnya akan sangat berpengaruh pada implikasi pendidikan maupun model-model treatment yang diberikan pada para penyandang autisme. Kiranya melalui media ini penulis menghimbau kepada para ahli dan paktisi di bidang autisme untuk semakin mengembangkan strategi-strategi dan teknik-teknik pengajaran yang tepat bagi mereka. Apalagi mengingat fakta dari hasil-hasil penelitian terdahulu menyebutkan bahwa 80% anak dengan autisme memiliki intelegensi yang rendah dan tidak berbicara atau nonverbal. Namun sekali lagi, apapun diagnosa maupun label yang diberikan prioritasnya adalah segera diberikannya intervensi yang tepat dan sungguh-sungguh sesuai dengan kebutuhan mereka.

Referensi baku yang digunakan secara universal dalam mengenali jenis-jenis gangguan perkembangan pada anak adalah ICD (International Classification of Diseases) Revisi ke-10 tahun 1993 dan DSM (Diagnostic And Statistical Manual) Revisi IV tahun 1994 yang keduanya sama isinya. Secara khusus dalam kategori Gangguan Perkembangan Perpasiv (Pervasive Developmental Disorder/PDD): Autisme ditunjukkan bila ditemukan 6 atau lebih dari 12 gejala yang mengacu pada 3 bidang utama gangguan, yaitu: Interaksi Sosial – Komunikasi – Perilaku.

Autisme sebagai spektrum gangguan maka gejala-gejalanya dapat menjadi bukti dari berbagai kombinasi gangguan perkembangan. Bila tes-tes secara behavioral maupun komunikasi tidak dapat mendeteksi adanya autisme, maka beberapa instrumen screening yang saat ini telah berkembang dapat digunakan untuk mendiagnosa autisme:

* Childhood Autism Rating Scale (CARS): skala peringkat autisme masa kanak-kanak yang dibuat oleh Eric Schopler di awal tahun 1970 yang didasarkan pada pengamatan perilaku. Alat menggunakan skala hingga 15; anak dievaluasi berdasarkan hubungannya dengan orang, penggunaan gerakan tubuh, adaptasi terhadap perubahan, kemampuan mendengar dan komunikasi verbal
* The Checklis for Autism in Toddlers (CHAT): berupa daftar pemeriksaan autisme pada masa balita yang digunakan untuk mendeteksi anak berumur 18 bulan, dikembangkan oleh Simon Baron Cohen di awal tahun 1990-an.
* The Autism Screening Questionare: adalah daftar pertanyaan yang terdiri dari 40 skala item yang digunakan pada anak dia atas usia 4 tahun untuk mengevaluasi kemampuan komunikasi dan sosial mereka
* The Screening Test for Autism in Two-Years Old: tes screening autisme bagi anak usia 2 tahun yang dikembangkan oleh Wendy Stone di Vanderbilt didasarkan pada 3 bidang kemampuan anak, yaitu; bermain, imitasi motor dan konsentrasi.

Diagnosa yang akurat dari Autisme maupun gangguan perkembangan lain yang berhubungan membutuhkan observasi yang menyeluruh terhadap: perilaku anak, kemampuan komunikasi dan kemampuan perkembangan lainnya. Akan sangat sulit mendiagnosa karena adanya berbagai macam gangguan yang terlihat. Observasi dan wawancara dengan orang tua juga sangat penting dalam mendiagnosa. Evaluasi tim yang terdiri dari berbagai disiplin ilmu memungkinkan adanya standardisasi dalam mendiagnosa. Tim dapat terdiri dari neurolog, psikolog, pediatrik, paedagog, patologis ucapan/kebahasaan, okupasi terapi, pekerja sosial dan lain sebaginya.
[sunting] Gejala

Anak dengan autisme dapat tampak normal di tahun pertama maupun tahun kedua dalam kehidupannya. Para orang tua seringkali menyadari adanya keterlambatan kemampuan berbahasa dan cara-cara tertentu yang berbeda ketika bermain serta berinteraksi dengan orang lain. Anak-anak tersebut mungkin dapat menjadi sangat sensitif atau bahkan tidak responsif terhadap rangsangan-rangasangan dari kelima panca inderanya (pendengaran, sentuhan, penciuman, rasa dan penglihatan). Perilaku-perilaku repetitif (mengepak-kepakan tangan atau jari, menggoyang-goyangkan badan dan mengulang-ulang kata) juga dapat ditemukan. Perilaku dapat menjadi agresif (baik kepada diri sendiri maupun orang lain) atau malah sangat pasif. Besar kemungkinan, perilaku-perilaku terdahulu yang dianggap normal mungkin menjadi gejala-gejala tambahan. Selain bermain yang berulang-ulang, minat yang terbatas dan hambatan bersosialisasi, beberapa hal lain yang juga selalu melekat pada para penyandang autisme adalah respon-respon yang tidak wajar terhadap informasi sensoris yang mereka terima, misalnya; suara-suara bising, cahaya, permukaan atau tekstur dari suatu bahan tertentu dan pilihan rasa tertentu pada makanan yang menjadi kesukaan mereka.

Beberapa atau keseluruhan karakteristik yang disebutkan berikut ini dapat diamati pada para penyandang autisme beserta spektrumnya baik dengan kondisi yang teringan hingga terberat sekalipun.

1. Hambatan dalam komunikasi, misal: berbicara dan memahami bahasa.
2. Kesulitan dalam berhubungan dengan orang lain atau obyek di sekitarnya serta menghubungkan peristiwa-peristiwa yang terjadi.
3. Bermain dengan mainan atau benda-benda lain secara tidak wajar.
4. Sulit menerima perubahan pada rutinitas dan lingkungan yang dikenali.
5. Gerakkan tubuh yang berulang-ulang atau adanya pola-pola perilaku yang tertentu

Para penyandang Autisme beserta spektrumnya sangat beragam baik dalam kemampuan yang dimiliki, tingkat intelegensi, dan bahkan perilakunya. Beberapa diantaranya ada yang tidak 'berbicara' sedangkan beberapa lainnya mungkin terbatas bahasanya sehingga sering ditemukan mengulang-ulang kata atau kalimat (echolalia). Mereka yang memiliki kemampuan bahasa yang tinggi umumnya menggunakan tema-tema yang terbatas dan sulit memahami konsep-konsep yang abstrak. Dengan demikian, selalu terdapat individualitas yang unik dari individu-individu penyandangnya.

Terlepas dari berbagai karakteristik di atas, terdapat arahan dan pedoman bagi para orang tua dan para praktisi untuk lebih waspasa dan peduli terhadap gejala-gejala yang terlihat. The National Institute of Child Health and Human Development (NICHD) di Amerika Serikat menyebutkan 5 jenis perilaku yang harus diwaspadai dan perlunya evaluasi lebih lanjut :

1. Anak tidak bergumam hingga usia 12 bulan
2. Anak tidak memperlihatkan kemampuan gestural (menunjuk, dada, menggenggam) hingga usia 12 bulan
3. Anak tidak mengucapkan sepatah kata pun hingga usia 16 bulan
4. Anak tidak mampu menggunakan dua kalimat secara spontan di usia 24 bulan
5. Anak kehilangan kemampuan berbahasa dan interaksi sosial pada usia tertentu

Adanya kelima ‘lampu merah’ di atas tidak berarti bahwa anak tersebut menyandang autisme tetapi karena karakteristik gangguan autisme yang sangat beragam maka seorang anak harus mendapatkan evaluasi secara multidisipliner yang dapat meliputi; Neurolog, Psikolog, Pediatric, Terapi Wicara, Paedagog dan profesi lainnya yang memahami persoalan autisme.

ADHD BERBEDA DENGAN AUTISME (copas dari website)

ADHD

ADHD ( attention deficit hyperactivity disorder)
Gangguan perkembangan perilaku dan hiperaktifitas

Defenisi
ADHD adalah gangguan perkembangan dalam peningkatan aktifitas motorik anak-anak hingga menyebabkan aktifitas anak-anak yang tidak lazim dan cenderung berlebihan. Ditandai dengan berbagai keluhan perasaan gelisah, tidak bisa diam, tidak bisa duduk dengan tenang, dan selalu meninggalkan keadaan yang tetap seperti sedang duduk, atau sedang berdiri. Beberapa kriteria yang lain sering digunakan adalah, suka meletup-letup, aktifitas berlebihan, dan suka membuat keributan

Epidemiologi
Angka kejadian DHD di seluruh dunia diperkirakan mencapai hingga lebih dari 5 %. Dimana dilaporkan lebih banyak terdapat pada laki-laki dibandingkan dengan wanita. Di amerika penelitian menunjukan kejadian ADHD mencapai hingga 7 %

Patogenesis
Beberapa penelitian belum dapat menyimpulkan penyebab pasti dari ADHD. Seperti halnya dengan gangguan perkembangan lainnya (autisme), beberapa faktor yang berperan dalam timbulnya ADHD adalah faktor genetik, perkembangan otak saat kehamilan, perkembangan otak saat perinatal, Tingkat kecerdasan (IQ), terjadi disfungsi metabolism, hormonal, lingkungan fisik dan sosial sekitar, asupan gizi, dan orang-orang dilingkungan sekitar termasuk keluarga.
Beberapa teori yang sering dikemukakan adalah hubungan antara neurotransmitter dopamine dan epinephrine. Teori faktor genetik, beberapa penelitian dilakukan bahwa pada keluarga penderita, selalu disertai dengan penyakit yang sama setidaknya satu orang dalam keluarga dekat. Orang tua dan saudara penderita ADHD memiliki resiko hingga 2- 8 x terdapat gangguan ADHD.
Terori lain menyebutkan adanya gangguan disfungsi sirkuit neuron di otak yang dipengaruhi oleh berbagai gangguan neurotransmitter sebagai pengatur gerakan dan control aktifitas diri.
Beberapa faktor resiko yang meningkatkan terjadinya ADHD.

* Kurangnya Deteksi dini
* Gangguan pada masa kehamilan (infeksi, genetic, keracuanan obat dan alkohol, rokok dan stress psikogenik)
* Gangguan pada masa persalinan (premature, postmatur, hambatan persalinan, induksi, kelainan persalinan)

Gejala Klinis
Gejala yang timbul dapat bervariASI mulai dari yang ringan hingga yang berat, gejala ADHD sudah dapat dilihat sejak usia bayi, gejala yang harus dicermati adalah sensitive terhadap suara dan cahaya, menangis, suka menjerit dan sulit tidur. Waktu tidur yang kurang sehingga bayi seringkali terbangun. Sulit makan ASI dan minum ASI. Tidak senang digendong, suka membenturkan kepala dan sering marah berlebihan. Keluhan yang terlihat pada anak yang lebih besar adalah, tampak canggung, sering mengalami kecelakaan, perilaku berubah-ubah, gerakan konstan atau monoton, lebih ribut dibandingkan anak-anak lainnya, kurang konsentrASI, tidak bisa diam, mudah marah, nafsu makan buruk, koordinASI mata dan tangan tidak baik, suka menyakiti diri sendiri dan gangguan tidur.
Untuk mempermudah diagnosis pada ADHD harus memiliki tiga gejala utama yang nampak pada perilaku seorang anak yaitu:

* Inatensi

Kurangnya kemampuan untuk memusatkan perhatian

* Hiperaktif

Perilaku yang tidak bisa diam

* Impulsive

Kesulitan untuk menunda respon (dorongan untuk mengatakan/melakukan sesuatu yang tidak sabar)

Tatalaksana
Terapi yang diberikan untuk tatalaksana pASIen ADHD harus dilaksanakan secara menyeluruh, dimulai dari EdukASI dengan keluarga, terapi perilaku hingga penatalaksanaan dengan obat-obatan farmASI. Beberapa terapi yang dapat diberikan adalah

* Terapi Obat-obatan

Terapi penunjang terhadap impuls-impuls hiperaktif dan tidak terkendelai, biasanya digunakan antidepresan seperti Ritalin, Dexedrine, desoxyn, adderal, cylert,buspar, clonidine

* Terapi nutrisi dan diet

Keseimbangan diet karbohidrat protrein

* Terapi biomedis

Suplemen nutrisi, defisiensi mineral, dan gangguan asam amino

* Terapi perilaku
-------------------------------

AUTISME

Autisme adalah gangguan perkembangan yang sangat kompleks pada anak, yang gejalanya sudah timbul sebelum anak itu mencapai usia tiga tahun.
Penyebab autisme adalah gangguan neurobiologis yang mempengaruhi fungsi otak sedemikian rupa sehingga anak tidak mampu berinteraksi dan berkomunikasi dengan dunia luar secara efektif.

Gejala yang sangat menonjol adalah sikap anak yang cenderung tidak mempedulikan lingkungan dan orang-orang di sekitarnya, seolah menolak berkomunikasi dan berinteraksi, serta seakan hidup dalam dunianya sendiri. Anak autistik juga mengalami kesulitan dalam memahami bahasa dan berkomunikasi secara verbal.

Disamping itu seringkali (prilaku stimulasi diri) seperti berputar-putar, mengepak-ngepakan tangan seperti sayap, berjalan berjinjit dan lain sebagainya.

Gejala autisme sangat bervariasi. Sebagian anak berperilaku hiperaktif dan agresif atau menyakiti diri, tapi ada pula yang pasif. Mereka cenderung sangat sulit mengendalikan emosinya dan sering tempertantrum (menangis dan mengamuk). Kadang-kadang mereka menangis, tertawa atau marah-marah tanpa sebab yang jelas.

Selain berbeda dalam jenis gejalanya, intensitas gejala autisme juga berbeda-beda, dari sangat ringan sampai sangat berat.

Oleh karena banyaknya perbedaan-perbedaan tersebut di antara masing-masing individu, maka saat ini gangguan perkembangan ini lebih sering dikenal sebagai Autistic Spectrum Disorder (ASD) atau Gangguan Spektrum Autistik (GSA).

Senin, 30 Agustus 2010

Lima Mahasiswa Stiteknas Ikuti PYP

//Belajar Tentang Bisnis Migas dan Panas Bumi

JAMBI- Sebagai perguruan tinggi swasta bidang teknologi, Stiteknas menjalin berbagai kerjasama dengan perusahaan-perusahan besar serta BUMN.
Kerja sama yang dilakukan, kata Kepala Biro Administrasi dan Keuangan (BAK), Agus Mustopo Subekti dilakukan dalam bentuk praktek kerja lapangan (PKL), serta lowongan pekerjaan, katanya ketika ditemui di ruang kerjanya Sabtu, 28/8.

Antara lain, kata Agus, pihaknya bekerja sama dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan Balai Latihan Kerja (BLK).
Kegiatan yang dilaksanakan berupa workshop dan seminar. Sedangkan untuk PKL, pihak Stiteknas bekerjasama dengan Petrocina. Melalui kerjasama yang dijalin, diakuinya, lulusan Stiteknas bahkan diterima bekerja di perusahaan tersebut.

Tak hanya itu, baru-baru ini, Stiteknas Jambi dipercaya Pertamina untuk mengikuti Program Pertamina Youth Program (PYP), yang merupakan salah satu program Pertamina corporate social responsibility (CSR) di Palembang.
Program Pertamina itu, diakuinya dilaksanakan setiap tahun dengan tema Migas untuk Anak Bangsa. Bertujuan untuk mensosialisasikan dan mengedukasi bisnis migas dan panas bumi Pertamina pada mahasiswa sebagai generasi muda.

Menurut Agus, Stiteknas mengutus lima orang mahasisa yang terlebih dahulu diseleksi secara akademik kemudian diharuskan membuat satu karya ilmiah yang akan menjadi pertimbangan pihak Pertamina.
Kegiatan PYP itu diikuti oleh 40 Perguruan Tinggi se Sumatera, swasta maupun negeri, “Semua biaya ditanggung oleh Pertamina melalui dana CSR, jadi mahasiswa tidak perlu keluar uang,” tambah Agus.

Agus juga mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan kepercayaan yang diberikan oleh Pertamina kepada Stiteknas Jambi, “Tidak semua perguruan tinggi yang ada di Provinsi Jambi ditunjuk untuk mengikuti kegiatan ini, hanya Unja, IAIN, Unbari dan Stiteknas,” katanya. Pihaknya berharap dengan melalui kegiatan tersebut bisa makin mempererat hubungan kerjasama yang baik antara Stiteknas dengan pihak perusahaan khususnya Pertamina.
Sedangan untuk mahasiswa yang mengikuti, kata Agus, tentunya mereka dapat membuka wawasan tentang bisnis migas dan panas Bumi Pertamina.(cr02)

Jumat, 27 Agustus 2010

HONORER OH HONORER... (wwcr dengan Kadin Prov)

Tenaga Honorer Dinas Provinsi Jambi

JAMBI- Keberadaan tenaga kerja honorer ternyata sangat dibutuhkan pemerintah provinsi Jambi, buktinya sejumlah Dinas di Provinsi Jambi ini mempekerjakan beberapa tenaga kerja honorer.

Dinas Koperasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Provinsi Jambi adalah salah satunya. Ditemui di ruangannya kemarin (26/8), Kasubbag Kepegawaian, Dicky Rahmat, menyatakan bahwa Dinas ini hanya mepekerjakan satu tenaga honorer saja, “tiga orang baru saja diangkat menjadi PNS 2009 lalu,” katanya.

Ketiga honorer yang telah diangkat tersebut kembali bertugas di Dinas ini, “pertimbanganya adalah karena mereka telah cukup lama mengabdi sebagai honorer disini,” ungkap Dicky.

Proses perekrutan honorer sendiri biasanya melalui surat lamaran, kemudian proses wawancara, namun tidak ada jumlah tetap berapa banyak yang akan diterima.

Mengenai gaji yang diterima tenaga honorer adalah Rp. 1.000.000 masing-masingnya, lebih dari Upah Minimum Provinsi (UMP) Jambi sebesar Rp. 900.000. Gaji yang diterima tenaga honorer ini berasal dari APBD, “kami tidak mengatur masalah gaji,” tambahnya.

Lain lagi dengan Dinas Pertanian Tanaman Pangan. Kemarin (26/8), Sekretaris Dinas, Refqy Zfendear mengatakan bahwa Dinas yang dipimpinnya ini sampai saat ini mempekerjakan 24 orang tenaga honorer.

Dari 24 tenaga honorer yang masih aktif di Dinas Pertanian Tanaman Pangan tersebut, 16 orang diantaranya telah diusulkan untuk diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil. “Namun ini hanya sekedar usulan, belum tentu semua lulus penyeleksian,” ungkapnya lagi. Mengapa hanya 16 orang yang diusulkan? Pihak Dinas Pertanian Tanaman Pangan menjelaskan, hanya mereka yang memenuhi syaratnya saja yang diusulkan.

Persyaratannya sendiri meliputi usia maksimal yakni 46 tahun serta telah menjadi tenaga honorer minimal sejak Januari 2005. Jadi selain 16 orang yang diusulkan tersebut, usianya sudah lebih dari 46 tahun ataupun baru mengabdi setelah Januari 2005. (cr02)